Senin, 31 Agustus 2026

MELIPUT ITB JATIFEST 2026

Kampus ITB Jatinangor berubah menjadi ruang pertemuan yang ramai pada Minggu, 30 Agustus 2026. Melalui JATIFEST 2026, mahasiswa, keluarga, komunitas, dan pengunjung dari berbagai kalangan berkumpul untuk menikmati rangkaian kegiatan yang memadukan hiburan, seni, kreativitas, kuliner, dan aktivitas bersama.

Sejak area festival mulai dipadati pengunjung, suasana JATIFEST terasa jauh dari kesan seremoni kampus yang formal. Keramaian tidak hanya terpusat di satu titik, tetapi menyebar di berbagai area. Pengunjung memenuhi jalur sekitar festival, berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain, dan menciptakan suasana yang dinamis sepanjang acara.

Mayoritas pengunjung yang terlihat adalah anak muda. Mereka datang bersama teman, berkelompok, menikmati pertunjukan, mengunjungi booth, berfoto, dan menghabiskan waktu di area festival. Karakter ini membuat JATIFEST terasa dekat dengan budaya festival anak muda yang mengutamakan pengalaman dan interaksi.

Pengalaman tersebut tidak hanya berlangsung di depan panggung. JATIFEST menghadirkan berbagai aktivitas yang membuat pengunjung dapat mengeksplorasi area acara. Pertunjukan musik dan seni menjadi salah satu daya tarik utama, sementara booth UKM, komunitas, serta produk kreatif memberikan ruang lain untuk berinteraksi.

Sekitar pukul 15.00 WIB, panggung JATIFEST diisi oleh Diniyah. Penampilannya menjadi salah satu momen menarik melalui perpaduan musik dan visual yang dihadirkan. Dengan stage act yang memperkuat karakter lagu-lagunya, alumni FSRD ITB ini berhasil menghadirkan estetika pertunjukan yang dinamis dan seru sepanjang penampilannya.


Kemeriahan berlanjut hingga sekitar pukul 17.00 WIB ketika Wijaya 80 tampil sekaligus menutup rangkaian acara JATIFEST 2026. Area depan panggung kembali menjadi titik berkumpul pengunjung. Penampilan terakhir tersebut menjadi penutup yang membawa energi festival hingga penghujung acara.

Di luar panggung, kehadiran puluhan booth juga menjadi bagian penting dari pengalaman pengunjung. Mereka terlihat melihat produk, berbincang hingga berfoto. Kehadiran booth-booth ini juga membuat pengunjung memiliki alasan untuk terus menjelajahi area festival, bukan hanya datang untuk menyaksikan penampilan musik.

Salah satu yang mendapat perhatian adalah ITB Press Mobile Store. Pengunjung terlihat mendatangi area mobile store untuk melihat berbagai merchandise yang ditawarkan, mulai dari apparel, aksesori, tote bag, tumbler, topi, hingga merchandise karakter (boneka Roga yang merupakan icon dari ITB-red). Keramaian di sekitar mobile store memperlihatkan bahwa produk kreatif juga menjadi bagian dari pengalaman pengunjung di JATIFEST.


Beragam merchandise dengan tampilan yang playful membuat mobile store terasa menyatu dengan karakter festival. Kehadiran produk-produk tersebut tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas jual beli, tetapi juga membuka ruang interaksi. Pengunjung datang bersama teman, melihat-lihat produk, berbincang, dan mengabadikan momen di sekitar booth.

Identitas visual JATIFEST turut memperkuat pengalaman tersebut. Warna-warna cerah, pola abstrak, bentuk organik, dan elemen grafis yang playful hadir di berbagai bagian acara, mulai dari panggung, backdrop, booth, hingga signage. Konsistensi visual membuat JATIFEST memiliki karakter yang kuat sekaligus menciptakan banyak ruang yang menarik untuk diabadikan.

Di tengah kemeriahan musik dan aktivitas anak muda, unsur seni dan budaya juga mendapat tempat. Penampilan tari dengan nuansa tradisional hadir berdampingan dengan tata panggung modern, memperlihatkan pertemuan antara ekspresi budaya dan kemasan festival yang kontemporer.

Pada akhirnya, JATIFEST 2026 memperlihatkan bagaimana sebuah festival dapat menjadi ruang pertemuan berbagai kelompok. Mahasiswa, keluarga, komunitas, pengunjung umum, pengisi acara, hingga tenant hadir dalam satu ruang yang sama. Mereka bertemu melalui musik, seni, kuliner, booth, dan berbagai aktivitas yang berlangsung sepanjang hari.


Semangat “Ruang Bertemu, Ruang Bertumbuh” yang menjadi tagline acara ini pun terasa bukan hanya melalui tema, tetapi dari bagaimana pengunjung menggunakan ruang yang tersedia. Dari Fun Run, area booth, pertunjukan seni, hingga penampilan Diniyah dan Wijaya 80 sebagai penutup, JATIFEST menjadi ruang untuk bertemu, berinteraksi, dan menciptakan pengalaman bersama di Kampus ITB Jatinangor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar