Sabtu, 21 Oktober 2017

HAPPY

Pas nulis ini saya sedang download video ultraman dan naruto pesenan si Liduel. Hampir setiap hari dia pinjam laptop atau HP saya untuk nonton video-video itu. Dia keliatan happy banget. Matanya antusias tiap kali melihat adegan dalam layar laptop atau HP saya. Menurut versi dia yang membuat happy itu ketika dia bisa nonton film ultraman atau naruto. Dia tidak pernah membayangkan untuk jalan-jalan ke lombok atau eropa sebagai alasan agar dia happy. Happy versi dia bukan seperti itu.

Lain lagi dengan saya. Saya bakal happy kalo jalanan ga macet. Video ultraman atau naruto tadi tidak bikin saya happy. Saya lebih happy melihat si Liduel happy dibanding dengan film yang sedang dia tonton. Dan ini akan terus berlanjut dengan artian happy versi tiap orang yang berbeda-beda, seperti misalnya adik saya yang baru bisa happy kalo persib menang. Atau ibu saya yang bakal happy kalo anaknya rajin solat.

Minggu, 17 September 2017

BIP BOP LAMARAN

Bahwasannya waktu itu tak bisa diulang. Maka berterima kasihlah pada siapapun yang menciptakan teknologi kamera. Sehingga untuk beberapa saat waktu itu berhenti seiring jepretan kamera yang beraksi menangkap gambar, untuk disimpan, atau dipandangi siang dan malam. Atau mungkin untuk waktu sepuluh tahun dari sekarang yang akan jadi kenangan. 

Lalu tersebutlah sebuah kisah dua anak manusia jatuh cinta. Sekitar tiga tahun lamanya. Setelah jatuh bangun dengan drama dan problematika semiotika kisah cinta tak karu-karuan. Maka deretan foto berikut, adalah perpanjangan budaya, norma, yang oleh karenanya percintaan tidak menjadi sama seperti hewan. Karena ada adab, ada aturan, meskipun hasrat sudah diubun-ubun kepala, tapi norma mengharuskan ini menjadi sakral dan sopan. Kita namakan saja ini cinta ketimur-timuran, yang tidak bisa sembarangan berciuman di jalanan. Ada proses yang harus ditempuh seperti proses lamaran, sampai pernikahan. Dua orang ini sedang berbahagia hari itu. Sedang takjub akan kebaikan Tuhannya. Sedang jatuh cinta.


Kamis, 14 September 2017

#NOWPLAYING BANDA NEIRA - BERJALAN LEBIH JAUH



Aku ada pada suatu keadaan ketika kenyamanan tentang rumah yang teduh dan nyaman harus terelakan dengan keharusan aku keluar rumah. Aku tak suka keluar rumah, karena rumah terlalu nyaman untuk ditinggalkan. Tapi kiranya terlalu lama merasa nyaman di zona aman, tidak baik juga ternyata. Beberapa kali mencoba membuka pintu untuk berjalan keluar, dan selalu tak semudah itu. Padahal rumah hanya menyisakan ibu yang masih hidup dalam sebuah senyum. Sisanya lifeless dengan fase diamnya. 

Namun semoga saja matahari cukup hangat untuk bisa membuat mimpi menapaki jalannya. Menapaki hari, ketika aku harus keluar rumah untuk membeli senar gitar demi kelangsungan melodi satir yang aku mainkan. Aku harus bernyanyi untuk mengusir sepi ini. Harus, karena itu lebih baik dibanding dengan menyalakan televisi untuk mengusir sepi. Maka dari itu, gitarku itu harus aku mainkan untuk mengiringi aku bernyanyi. 

Tentang dunia luar itu sendiri, benar saja jika di luar itu panas dan berdebu. Mematahkan teori lotion pemutih anti matahari seperti dalam iklan di televisi. Karena usang adalah nyata adanya, ketika aku tidak berada dititik nyaman senderan kursi empuk sebuah mobil mewah.