Minggu, 17 September 2017

BIP BOP LAMARAN

Bahwasannya waktu itu tak bisa diulang. Maka berterima kasihlah pada siapapun yang menciptakan teknologi kamera. Sehingga untuk beberapa saat waktu itu berhenti seiring jepretan kamera yang beraksi menangkap gambar, untuk disimpan, atau dipandangi siang dan malam. Atau mungkin untuk waktu sepuluh tahun dari sekarang yang akan jadi kenangan. 

Lalu tersebutlah sebuah kisah dua anak manusia jatuh cinta. Sekitar tiga tahun lamanya. Setelah jatuh bangun dengan drama dan problematika semiotika kisah cinta tak karu-karuan. Maka deretan foto berikut, adalah perpanjangan budaya, norma, yang oleh karenanya percintaan tidak menjadi sama seperti hewan. Karena ada adab, ada aturan, meskipun hasrat sudah diubun-ubun kepala, tapi norma mengharuskan ini menjadi sakral dan sopan. Kita namakan saja ini cinta ketimur-timuran, yang tidak bisa sembarangan berciuman di jalanan. Ada proses yang harus ditempuh seperti proses lamaran, sampai pernikahan. Dua orang ini sedang berbahagia hari itu. Sedang takjub akan kebaikan Tuhannya. Sedang jatuh cinta.


Kamis, 14 September 2017

#NOWPLAYING BANDA NEIRA - BERJALAN LEBIH JAUH



Aku ada pada suatu keadaan ketika kenyamanan tentang rumah yang teduh dan nyaman harus terelakan dengan keharusan aku keluar rumah. Aku tak suka keluar rumah, karena rumah terlalu nyaman untuk ditinggalkan. Tapi kiranya terlalu lama merasa nyaman di zona aman, tidak baik juga ternyata. Beberapa kali mencoba membuka pintu untuk berjalan keluar, dan selalu tak semudah itu. Padahal rumah hanya menyisakan ibu yang masih hidup dalam sebuah senyum. Sisanya lifeless dengan fase diamnya. 

Namun semoga saja matahari cukup hangat untuk bisa membuat mimpi menapaki jalannya. Menapaki hari, ketika aku harus keluar rumah untuk membeli senar gitar demi kelangsungan melodi satir yang aku mainkan. Aku harus bernyanyi untuk mengusir sepi ini. Harus, karena itu lebih baik dibanding dengan menyalakan televisi untuk mengusir sepi. Maka dari itu, gitarku itu harus aku mainkan untuk mengiringi aku bernyanyi. 

Tentang dunia luar itu sendiri, benar saja jika di luar itu panas dan berdebu. Mematahkan teori lotion pemutih anti matahari seperti dalam iklan di televisi. Karena usang adalah nyata adanya, ketika aku tidak berada dititik nyaman senderan kursi empuk sebuah mobil mewah. 

Rabu, 16 Agustus 2017

SURAT CINTA UNTUK TUHANKU

Jika ada hal yang salah, tentulah itu dari aku sebagai seorang yang bodoh
Jika ada hal yang payah, tentulah itu dari aku, sebagai seorang yang lemah
Jika ada hal yang susah, tentulah itu karena kebodohanku
Jika ada hal yang tak bisa aku lakukan, tentulah itu karena kelemahanku
Tapi tidak denganMu
Tidak ada hal yang susah bagiMu
Tidak ada hal yang tak bisa kau Kau lakukan
Jika engkau berkehendak terjadi, maka terjadilah
Apalah artinya gunung yang besar yang bisa engkau terbangkan seperti kapas
Apalah artinya langit yang tinggi yang bisa engkau runtuhkan
Aku hanya meminta sedikit saja
Sedikit saja dari kuasaMu
Sedikit saja dari lautan kasih sayangMu
Aku sedang malu dengan kesombonganku
Aku sedang malu dengan kesalahanku
Aku sedang takut Kau menjauhiku
Aku sedang takut jika tak ada cinta tersisa untuku dariMu
Maka aku menghadapMu
Aku menghadapMu ingin menyampaikan ketidak berdayaanku tanpa bantuanMu
Aku menghadapMu untuk mengiyakan jika aku kosong
Tanpa izinMu aku ini kosong
Aku ini tidak ada
Tidak ada yang benar-benar ada kecuali dzatMu
Maka aku bersaksi dihadapanMu
Aku mengakuiMu
Aku menerimaMu
Aku mencintaiMu
Tuhanku

Jumat, 21 Juli 2017

MENYAKSIKAN COBOY DILAGA GENG MOTOR

Judul diatas muncul diantara sekian banyak reaksi tentang Iqbal, sang personil Coboy Junior (sekarang berubah nama menjadi CJR), yang memerankan tokoh Dilan. Seorang tokoh dalam novel best seler karya Pidi Baiq yang hendak difilmkan. Sebagian besar melayangkan protes terhadap Pidi Baiq, yang menuliskan karakter Dilan dengan image bad boy nya itu. Apalagi sebelumnya Pidi Baiq pernah berkata jika dia akan memilih langsung pemeran Dilan, dan akan bertanggung jawab penuh dengan pilihannya. 

Dilan yang Pidi tulis dalam novelnya itu tercitrakan sebagai seorang anggota geng motor yang urakan, rebel, tukang berantem, namun juga lucu dan unik. Terlebih ketika Dilan menyukai seorang perempuan teman sekolahnya bernama Milea. Sedangkan Iqbal kadung tercitrakan sebagai typical anak manis, anggota boyband, yang tidak ada sedikitpun punya aura rebel, seperti karakter Dilan dalam novel Pidi Baiq itu. Perbedaan karakter ini menjadi kontras, sehingga para pembaca novel Dilan yang berekspektasi tinggi terhadap gambaran sosok Dilan kecewa, dan melayangkan protes.