Rabu, 20 Maret 2024

KECINTAAN BUNG HATTA TERHADAP BUKU

Menyelami kutipan terkenal dari Bung Hatta yang berbunyi "Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas." Hal itu berhubungan erat dengan kecintaan beliau terhadap buku. Bagi Wakil Presiden pertama Indonesia ini buku ibarat harta karun yang tak ternilai harganya. Kecintaannya terhadap buku menunjukan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan, dan sungguh ia tunjukan denga sikap nyata.

Bung Hatta pertama kali menyukai buku sejak usia muda, sekitar usia 17 tahun di mana beliau mulai mengkoleksi buku. Koleksi tersbut makin bertambah banyak ketika Bung Hatta kuliah di Belanda, hingga pada saat pulang jumlahnya mencapai 16 peti. Uniknya lagi, dengan koleksi buku sebanyak itu Bung Hatta kerap membawanya kemanapun ia pergi, mulai dari pengasingan di Boven Digul, Banda Neira, hingga Bangka dan kembali ke ibukota.

Kecintaan Bung Hatta terhadap buku juga tergambar ketika beliau menikah. Bung Hatta sempat berjanji bahwa dirinya tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka. Maka hal tersebut ditepatinya dengan menikah 3 bulan setelah proklamasi kemerdekaan. Di usia 43 tahun, dengan bantuan Bung Karno, Hatta diperkalkan pada Rahmi. Hatta mempersembahkan sebuah buku menyoal filsafat yang ia susun sendiri berjudul, Alam Pikiran Yunani. Tentu saja hal tersebut sontak membuat orang tuanya kaget, namun Hata bersikeras. Cintanya pada buku dan pengetahuan membuatnya yakin, buku dari hasil kerja dan pemikirannya sendiri lebih berharga sebagai bukti cinta dari pada harta benda lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar