Selasa, 30 April 2024

HIGHLIGHT KEGIATAN BULAN APRIL 2024

Masuk akhir bulan, itu berarti waktunya buat nulis recap selama sebulan ini ngapain aja. Selain tentunya lebaran yang menjadi hari special pada bulan April ini, hal lain yang sepertinya menjadi highlight bulan April adalah soal wisuda kedua Institut Teknologi Bandung, di mana kantor saya dipercaya mengurusi toga wisuda kedua ITB ini. Dari awal bulan bagian produksi sudah cukup sibuk dengan urusan pengemasan box wisuda, memeriksa kelengkapan toga, hingga urusan barcode yang nantinya terkoneksi dengan sistem yang dipakai mengurusi data toga.

Peran saya, seperti biasa, menjadi bagian paling kecil dalam banyak keriaan yang digelar kantor. Tapi meski begitu, hal ini menyenangkan untuk saya. Saya ditugasi mendokumentasikan kegiatan teman-teman produksi kala berkutat dengan urusan toga wisuda ini, di mana hasilnya nanti saya edit dan unggah di sosial media. Sejak bulan puasa lalu kegiatan edit mengedit ini terasa menyenangkan untuk saya, karena berawal dari gabut di kantor, sampai akhirnya mendapat kesempatan menjadi editor video untuk beberapa kebutuhan konten sosial media. 

Di tengah perjalanan dan riuh rendah suasana hectic urusan toga wisuda, saya kemudian mendapat tugas dari atasan untuk bertugas di salah satu loket pengambilan toga. Sebuah kerjaan baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya pikir selama 4 bulan saya kerja disini saya cukup banyak menjajal hal baru yang belum pernah saya kerjakan sebelumnya. Hal ini menarik, karena sekecil apapun kerjaan yang saya jalani disana saya bisa unlock skill yang mungkin bisa berguna di kemudian hari, atau minimal untuk bekal pengalaman buat saya. Termasuk ketika menjadi salah satu petugas di bagian loket pengambilan. 

Berfoto bersama para petugas loket pengambilan toga

Menjadi petugas di salah satu loket pengambilan toga membuat saya belajar soal interaksi. Satu hal yang selama ini saya akui paling susah dilakukan, mengingat sifat introvert yang cukup kuat mengakar di diri saya hahaha. Berinteraksi dengan orang membutuhkan energi yang banyak dan melelahkan. Tapi, tentu selalu ada hikmah dibalik semua peristiwa, tsaaah. Selama satu minggu (17-24 April) menjadi petugas loket pengambilan toga wisuda saya jadi bisa melihat dengan dekat bagaimana bahagianya para wisudawan ini ketika mengambil toga wisudanya. Satu hal yang begitu asing untuk saya, karena seumur hidup belum pernah merasakan bangku kuliah, apalagi menjadi wisudawan.

Sesaat kemudian terlintas wajah kecewa orang tua saya pas dulu saya ketahuan bolos sekolah. Dulu sekolah tidak pernah menarik buat saya, apalagi kuliah. Zaman dulu musik mengalihkan saya dari bangku sekolah, sampai kemudian saya dititik ini, menyesal, tapi apa boleh buat, waktu sudah berputar begitu jauh, sampai keinginan untuk memutar waktu kembali menjadi hal yang mustahil dilakukan.

Ada satu cerita yang cukup mengharukan ketika pengambilan toga wisuda ini berlangsung. Jadi ceritanya ada salah satu wisudawan S2 yang minta tolong agar batas waktu pembelian toga diperpanjang satu hari, dari yang semula ditutup tanggal 25 April menjadi 26 April. Dia cerita kalau dia baru punya uang tanggal 26 April dan meminta tolong kami untuk bagaimana caranya agar toga yang hendak dia beli masih ada pada tanggal 26 April. Akhirnya setelah berembuk kami memutuskan untuk memisahkan satu toga untuk dia beli tanggal 26 April.

Singkat cerita, benar saja, tanggal 26 April dia datang untuk membeli toga yang sudah kami pisahkan sebelumnya. Ada perasaan haru yang terpancar dari wajahnya ketika membuka box toga, terlebih ketika dia melihat kalung/medali berwarna silver bertuliskan Magister. Saya melihatnya sebagai sebuah pemandangan yang indah dan rasa haru-nya bisa terasa oleh saya yang bahkan bukan teman/kerabatnya. Sepertinya dia telah melewati banyak hal berat sampai akhirnya dia bisa menyelesaikan study S2 nya. Siapapun anda, selamat untuk wisudanya, semoga ilmunya bisa bermanfaat dan berkah bagi banyak orang. Oh iya, sedikit catatan saya tentang wisuda kedua ITB ini juga ditulis di website ITB Press. Silakan baca disini. 

Wisudawan diperankan oleh model xixixi

Menutup bulan April, salah satu atasan di kantor mengajak saya untuk membuat band. Dari obrolan saya dengan beliau, katanya sih band ini nantinya diproyeksikan tampil untuk acara ulang tahun kantor. Namanya atasan, rasanya tidak mungkin saya menolak hahaha. Soal musik, sepertinya dimanapun saya berada, entah kenapa musik selalu saja menarik saya untuk kembali berjabat erat dengannya. Di kantor sebelumnya saya 'kebagian' bikin proyek musik bikin lagu mars kantor, sekarang disini diminta ngeband bareng atasan. 

Sejujurnya keinginan bermain musik sudah tidak lagi menjadi top of mind saya. Tidak seperti zaman SMA dulu. Rasanya semakin hari semakin banyak orang jago main musik, dan peluang untuk bisa berhasil di musik sangat kecil. Jadi rasanya saya memilih untuk kalah sebelum berperang hahaha. Mau bagaimana lagi, alat musik semua sudah dijual, kemampuan bermusik juga tidak nambah karena sudah gak pernah latihan. Gak akan ada waktu juga buat latihan main musik selama anak-anak masih dalam fase 'lucu-lucunya'. 


Lalu, apalagi ya. Oh iya bulan April ini juga lumayan menyenangkan karena saya sekeluarga bisa liburan setitik. Keliling-keliling Bandung aja sih, tapi ya meski begitu, menghabiskan waktu bareng yang terkasih tentu saja selalu menyenangkan. Semoga ada banyak waktu, tenaga, uang, dan tentu saja umur panjang untuk bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.

Babakan Siliwangi, Bandung
Cimaung, Kab. Bandung

Banjaran, 30 April 2024

Tidak ada komentar:

Posting Komentar