Senin, 14 September 2026

MELIPUT CIFEST 2026

Kampus ITB Cirebon dipenuhi suasana meriah pada Jumat, 11 September 2026, dalam pelaksanaan Cirebon Festival 2026 (CIFEST 2026). Mengusung tema Coastal Culture Reimagined: Perayaan 10 Tahun Kampus ITB Cirebon, kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan satu dekade perjalanan ITB di Cirebon sekaligus menghadirkan beragam aktivitas bagi mahasiswa dan sivitas akademika.

Rangkaian kegiatan dimulai pada siang hari dengan registrasi peserta. Mahasiswa yang hadir diarahkan menuju area utama untuk mengikuti berbagai agenda yang telah disiapkan. Suasana semakin ramai ketika peserta mulai memenuhi area festival.

Rabu, 09 September 2026

MENGERJAKAN PROYEK GAME

Saya lupa kapan persisnya, transisi dari nulis bisa jadi ke mana-mana hahaha. Tapi sepertinya hal itu bermula sejak saya mulai kerja di Slasher Clothing dan mendapat lingkungan teman-teman kreatif di sana. Ada saja yang dilakukan, mulai dari bikin gigs, bikin majalah, sampai mengerjakan serangkaian promo kreatif untuk sebuah produk.

Hal tersebut kemudian makin dikuatkan ketika tahun 2017 saya masuk Atap Promotion. Dari yang tadinya menulis artikel dan mengerjakan serangkaian pekerjaan jurnalistik, kemudian beranjak pada kerjaan kreatif lainnya, seperti podcast, bikin program YouTube, dan masih banyak lagi yang diawali dari kemampuan saya menulis.

Belakangan, ketika AI menjadi karib saya sehari-hari, nyatanya proses kreatif itu semakin menyenangkan dengan bantuan dari si robot pintar ini. Bisa dibilang malah jadi hiburan buat saya pribadi. Di tengah rutinitas kantor yang memaksa serba cepat, kehadiran AI ini jadi senjata ampuh buat saya bertahan di kantor. Intinya cuma satu. Mau saja dulu.

Kadang perintah dari atasan juga tidak selalu inline dengan kemampuan saya menulis, walaupun sebenarnya apa pun kerja kreatif yang saya lakukan selalu melibatkan kemampuan menulis sebagai pondasi utamanya. Atau dalam konteks AI ini, kemampuan untuk menulis prompt hahaha.

Yang terbaru, setelah banyak dibantu bikin draft proposal oleh Claude, saya kemudian mendapat perintah mengerjakan atau membangun game untuk klien di kantor. Ini lucu dan seru, karena ternyata si Claude bisa melakukan itu, meskipun tentunya ini masih dalam bentuk prototype dan masih jauh dari sempurna. Tapi lumayan menghibur di tengah rutinitas kantor yang melelahkan.

Game di bawah ini dibuat untuk klien OJK, di mana OJK setiap bulannya merilis bulletin tentang literasi keuangan. Nah, pihak OJK berpikir orang akan bosan jika hanya membaca literasi keuangan dari bulletin digital. Oleh karena itu, dibutuhkan trigger menarik agar pengguna bisa atau mau membaca artikel yang ditulis dalam bulletin digital tersebut.

Jadi, lahirlah game-game ini.

Setiap pengguna wajib memainkan game ini terlebih dahulu sebelum akhirnya bisa membaca atau mengakses artikel dari OJK tersebut. Dan penyampaiannya pun tidak hanya melulu teks, tapi juga bisa lewat video atau komik.

Seperti apa game-nya? Klik gambar di bawah ya hihihi.

Senin, 31 Agustus 2026

MELIPUT ITB JATIFEST 2026

Kampus ITB Jatinangor berubah menjadi ruang pertemuan yang ramai pada Minggu, 30 Agustus 2026. Melalui JATIFEST 2026, mahasiswa, keluarga, komunitas, dan pengunjung dari berbagai kalangan berkumpul untuk menikmati rangkaian kegiatan yang memadukan hiburan, seni, kreativitas, kuliner, dan aktivitas bersama.

Sejak area festival mulai dipadati pengunjung, suasana JATIFEST terasa jauh dari kesan seremoni kampus yang formal. Keramaian tidak hanya terpusat di satu titik, tetapi menyebar di berbagai area. Pengunjung memenuhi jalur sekitar festival, berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain, dan menciptakan suasana yang dinamis sepanjang acara.

Minggu, 09 Agustus 2026

HIGHLIGHT BULAN JULI 2026

Saya ingat dulu, pas zaman-zamannya suka ngeband, impian terbesar saya itu punya album, bisa manggung ke mana-mana, dan punya duit banyak dari bermusik. Sampai detik ini hal itu tidak pernah kesampaian. Beberapa orang bilang saya cukup bagus dalam membuat lagu, sampai akhirnya saya PD untuk bermusik. Saya merasa punya cukup bakat dalam bermusik. Sayangnya itu terasa naif, karena setelah dijalani saya merasa masih terlalu jauh untuk bisa disebut musisi, hahaha.

Saya memang sekolah musik, dan skill bermusik pun tidak nol-nol amat, tapi rasanya masih terlalu jauh untuk bisa menjadi musisi, apalagi bermimpi bisa sukses dari musik. Perlahan mimpi itu saya tinggalkan, hingga akhirnya saya bekerja seperti kebanyakan orang.

Menjadi karyawan selama belasan tahun nyatanya belum bisa membawa saya ke titik hidup yang "nyaman". Makin lama makin tidak nyaman, karena nyatanya saya menjalani pekerjaan yang jauh dari mimpi, namun tetap saja tidak membuahkan hidup yang nyaman. Inginnya sih bisa hidup dari musik, atau jualan lagu, haha. Atau dari menulis, lalu naskahnya dijadikan film dan sukses. Tapi lagi-lagi itu terasa terlalu naif.