Senin, 09 Februari 2026

MELIPUT PERTUNJUKAN KABARET "SUDAH JANGAN KE JATINANGOR"

Minggu, 8 Februari 2026, Dago Tea House dipenuhi riuh tawa dan tepuk tangan penonton yang menyaksikan pertunjukan kabaret “Sudah Jangan ke Jatinangor”. Saya mewakili ITB Press berkesempatan meliput langsung hari terakhir pementasan kolaborasi Bosmat Kabaret, Sevacter X Pidi Baiq ini. Sebuah pertunjukan yang terasa bukan sekadar kabaret biasa, melainkan sebuah pengalaman panggung yang matang, berani, dan penuh kejutan.

Cerita berpusat pada Doa (dimainkan oleh Tatan Oscar, yang juga didaulat menjadi sutradara di pertunjukan ini), tokoh utama yang menyimpan perasaan pada seseorang bernama Gadis (diperankan oleh Alika Chelya). Demi perasaan itu, Doa melakukan perjalanan dari Bandung (Kampus ITB Ganesha) ke Jatinangor bersama sahabatnya, Lancah. Alih-alih menemukan jawaban yang manis, perjalanan tersebut justru berujung pada kekecewaan. Dari premis sederhana ini, cerita berkembang menjadi rangkaian adegan yang emosional sekaligus jenaka.

Sabtu, 24 Januari 2026

MELIPUT KELANA WAYANG POTEHI DI CIBADAK, BANDUNG

Jika sebelumnya, di media tempat saya bernaung lama, keseharian saya nyaris selalu berkisar pada dunia musik, dari mulai rilis album, konser, sampai wawancara musisi, di ITB Press medan liputan terasa jauh lebih luas. Dan salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika saya berkesempatan meliput rangkaian acara Kelana Wayang Potehi dalam CapCipCup Fest (digelar dari tanggal 15-30 Januari 2026-red) di Tjap Sahabat, Cibadak.

Wayang Potehi bukan sesuatu yang dekat dengan keseharian saya. Saya tahu ia bagian dari tradisi Tionghoa, pernah melihat sepintas, tapi belum pernah benar-benar menyelami dunia di baliknya. Begitu masuk ke ruang pameran “Budaya Bertutur Visual”, kesan pertama yang muncul justru rasa hangat: ruang kecil di lantai dua, dipenuhi karya, boneka, instalasi, dan orang-orang yang datang dengan latar belakang berbeda. Tidak terasa seperti pameran yang kaku, melainkan ruang temu yang hidup.

Rabu, 31 Desember 2025

HIGHLIGHT BULAN DESEMBER 2025

Bicara soal bulan Desember 2025, bisa dibilang hampir seluruh hari pada bulan itu dihabiskan di ITB Press Store, menemani dan menghidupi ITB Presstival 2025 yang berlangsung dari 3 sampai 22 Desember. Hampir satu bulan penuh, toko di Jalan Ganesha itu terasa seperti rumah kedua yang penuh orang, penuh cerita, penuh obrolan, dan penuh energi yang datang dari berbagai arah.

Rangkaian kegiatan dimulai dari bedah buku Dari Angka ke Kata. Lewat bedah buku ini saya kembali diingatkan bahwa belajar tidak selalu tentang cepat atau benar, tapi tentang cara berpikir dan menjelaskan. Lalu buku Panduan Bertahan Tumbuh di ITB  hadir sebagai teman empatik bagi mahasiswa baru yang membicarakan adaptasi, kesehatan mental, dan cara merawat diri di masa transisi. Sementara buku Dapur Rock N Roll karya Leon Ray Legoh membuka wajah kreativitas dari ruang yang berbeda: musik dan dapur. Dari tiga buku ini, saya menarik satu benang merah: tumbuh itu bukan tentang hasil cepat, tapi tentang berani menjalani proses dengan yang kita yakini.

Interview bareng Leon 'Koil'

Jumat, 28 November 2025

HIGHLIGHT BULAN NOVEMBER 2025

Kelewat jauh dari niat awal menulis di blog, untuk sekedar menuliskan rangkuman kegiatan setiap bulannya. Bukan buat apa-apa, hanya saja sebagai bentuk untuk membekukan waktu, mengenang kembali apa yang sudah terjadi dan menjadikannya bekal/pelajaran di kemudian hari. Karena katanya, pengalaman adalah guru terbaik.

Memulai menulis di blog ini dengan mengunggah foto yang diambil istri saya, satu hari setelah ayahnya (mertua saya) meninggal dunia. Bagi sebagian orang mungkin foto ini hanya akan dinilai dari sisi visual dan estetikanya saja. Tapi buat istri saya atau bahkan buat saya yang tahu persis bagaimana biasanya bapak duduk di kursi tersebut, dengan kebiasaan bapak membetulkan barang-barang elektronik, atau pun sekedar ngulik sesuatu di kursi tersebut, pasti punya makna yang berbeda. Satu hal yang buat saya sebagai menantu sering merasa malu, karena begitu banyak kerjaan ‘laki-laki’ yang bisa dikerjakan bapak. Jauh sekali dibanding saya yang selalu gagap untuk urusan seperti itu.