Rabu, 09 September 2026
Senin, 31 Agustus 2026
MELIPUT ITB JATIFEST 2026
Kampus ITB Jatinangor berubah menjadi ruang pertemuan yang ramai pada Minggu, 30 Agustus 2026. Melalui JATIFEST 2026, mahasiswa, keluarga, komunitas, dan pengunjung dari berbagai kalangan berkumpul untuk menikmati rangkaian kegiatan yang memadukan hiburan, seni, kreativitas, kuliner, dan aktivitas bersama.
Sejak area festival mulai dipadati pengunjung, suasana JATIFEST terasa jauh dari kesan seremoni kampus yang formal. Keramaian tidak hanya terpusat di satu titik, tetapi menyebar di berbagai area. Pengunjung memenuhi jalur sekitar festival, berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain, dan menciptakan suasana yang dinamis sepanjang acara.
Minggu, 09 Agustus 2026
HIGHLIGHT BULAN JULI 2026
Saya ingat dulu, pas zaman-zamannya suka ngeband, impian terbesar saya itu punya album, bisa manggung ke mana-mana, dan punya duit banyak dari bermusik. Sampai detik ini hal itu tidak pernah kesampaian. Beberapa orang bilang saya cukup bagus dalam membuat lagu, sampai akhirnya saya PD untuk bermusik. Saya merasa punya cukup bakat dalam bermusik. Sayangnya itu terasa naif, karena setelah dijalani saya merasa masih terlalu jauh untuk bisa disebut musisi, hahaha.
Saya memang sekolah musik, dan
skill bermusik pun tidak nol-nol amat, tapi rasanya masih terlalu jauh untuk
bisa menjadi musisi, apalagi bermimpi bisa sukses dari musik. Perlahan mimpi
itu saya tinggalkan, hingga akhirnya saya bekerja seperti kebanyakan orang.
Menjadi karyawan selama belasan tahun nyatanya belum bisa membawa saya ke titik hidup yang "nyaman". Makin lama makin tidak nyaman, karena nyatanya saya menjalani pekerjaan yang jauh dari mimpi, namun tetap saja tidak membuahkan hidup yang nyaman. Inginnya sih bisa hidup dari musik, atau jualan lagu, haha. Atau dari menulis, lalu naskahnya dijadikan film dan sukses. Tapi lagi-lagi itu terasa terlalu naif.
Kamis, 06 Agustus 2026
MELIPUT HEARING SESSION ALBUM BARU UTBBYS
Rabu, 5 Agustus 2026, bertempat di The Hallway Space, Bandung, Under The Big Bright Yellow Sun (UTBBYS) menggelar sesi hearing session untuk album terbaru mereka, Virada. Diskusi menghadirkan pengamat musik Idhar Resmadi sebagai pembicara (selain tentunya para personil UTBBYS), dengan Ichsan Pratama dari Sunday Breaker Cult bertindak sebagai moderator.
Acara dibuka dengan pemutaran
lagu “Pangawit”, membawa para pendengar masuk lebih dulu
ke wilayah sonik post-rock yang menjadi rumah besar UTBBYS. Sampul album Virada sendiri turut menjadi perhatian, digarap
oleh seniman fotografi asal Bali, Yoga, menampilkan siluet seorang figur yang
berdiri sendiri di tengah laut menghadap cahaya matahari di horizon, sebuah
gambaran visual titik balik yang senyap namun kuat, sejalan dengan makna kata
"virada" itu sendiri yang lebih
kurang mempunyai arti balik arah atau titik balik dalam bahasa Portugis/Spanyol,
yang bisa juga diterjemahkan sebagai istilah pelayaran untuk manuver mengubah
haluan kapal (tacking).
Dalam pemaparannya, Idhar Resmadi menyoroti perubahan arah musikal UTBBYS dari masa ke masa. Ia menilai lapisan distorsi pada Virada tampil jauh lebih tebal dan lebih terasa lebih emosional dan personal. Meski warna bunyi berubah drastis, ia menegaskan bahwa struktur musikal UTBBYS sebagai band tetap konsisten pada karakter yang selama ini menjadi identitas mereka, sesuatu yang menurutnya membedakan UTBBYS dari band post-rock lain yang justru mengubah total arah bermusiknya. Sebagai pembanding, ia menyinggung langkah Explosions in the Sky lewat album The Wilderness, yang tiba-tiba merangkul elemen elektronik secara signifikan. UTBBYS, sebaliknya, memilih jalur berbeda: mempertahankan format band instrumental mereka, sambil tetap mendorong batas distorsi dan tekstur bunyi ke arah yang baru.
Home




