Kamis, 30 April 2026

HIGHLIGHT BULAN APRIL 2026

Tahun 2026 sudah berjalan empat bulan, dan sepertinya bulan April menjadi bulan yang paling sibuk buat saya. Baik urusan kantor, keluarga, sampai beberapa proyek di luar kantor terjadi pada bulan April. Untuk urusan kerjaan, ada dua agenda besar yang terjadi pada bulan April ini, mulai dari wisuda ITB sampai konser Dilan ITB 97.

Seperti biasa, untuk urusan wisuda saya menjadi petugas untuk pengambilan toga dan meliput acara wisuda itu sendiri (liputannya bisa baca di sini), sedangkan untuk konser Dilan sebenarnya persiapannya sudah dimulai sejak akhir Maret lalu, di mana saya diminta membuatkan proposal konser hingga menjembatani antara pihak kantor dengan vendor produksi dan manpower. Baik wisuda ataupun konser semuanya berjalan lancar dan menyenangkan, dan juga plusnya membuat saya punya tambahan penghasilan, baik dari lembur ataupun persenan hahaha.

Jumat, 03 April 2026

TENTANG LINGKARAN DAN SIKLUS HIDUP

Dua bulan berselang tanpa menulis rangkuman kegiatan di blog. Ingin konsisten menulis, bahkan meski hanya sebulan sekali pun terasa sulit. Energi sepertinya habis terkuras di jalan. Hari-hari berangkat dan pulang kerja terasa begitu melelahkan karena selalu berjibaku dengan kemacetan.

Idenya sebenarnya sederhana, kenapa saya menulis rangkuman kegiatan setiap bulannya di blog. Selain untuk menulis titik pencapaian dalam hidup, juga dalam rangka merangkum cerita keseharian bareng anak-anak saya. Saya pikir penting bagi anak-anak sesekali melihat ke belakang, tentang apa yang sudah mereka jalani. Hal-hal menyenangkan yang suatu hari nanti mereka syukuri ketika mereka ada di titik terendah. Bahwa dalam kondisi buruknya, ada hari-hari pada masa lalu yang menyenangkan yang mereka lewati bareng orang tuanya. Dan ketika mereka mensyukuri itu, harapannya sih mereka bisa lebih kuat menghadapi hari buruk tersebut, sampai kemudian dunia kembali berpihak pada mereka.

Bulan Februari–Maret ini ada beberapa kegiatan cukup menarik yang saya jalani, mulai dari liputan Pameran Urban Futures “Bibit Ka Jati”, ITB Day: Aku Masuk ITB (AMI) 2026, juga peluncuran buku Menggugat Republik yang disisipi seminar Prabowonomics. Untuk yang disebutkan terakhir, sebenarnya secara konsep sama sekali tidak menarik, cenderung menyebalkan (memuakan). Melihat orang-orang berpangkat (menteri dan pejabat pemerintah) omon-omon soal tema kebangsaan dan ekonomi yang mengatasnamakan kesejahteraan rakyat. Padahal, pada praktiknya sama sekali tidak berpihak pada rakyat. Ah, membahasnya saja sungguh memuakan. Apalagi ini saya terlibat menjadi bagian dari acaranya. Mulai dari meeting sampai tengah malam hanya untuk menentukan durasi orang-orang tersebut berpidato di atas panggung, hingga dengan otoritas mereka mengubah susunan acara di tengah-tengah acara berlangsung. Hal ini dilengkapi pula dengan demo mahasiswa ITB di tengah acara.

Senin, 30 Maret 2026

LEBARAN 1447 H/2026

“Di balik takbir yang berkumandang, ada harapan-harapan yang kembali dilahirkan.” Pagi itu, suara takbir seperti membuka sesuatu yang lama terlipat di dalam diri. Bukan sekadar gema dari pengeras suara, tapi seperti panggilan yang mengingatkan bahwa ada hal-hal yang perlu dipeluk kembali seperti keluarga, kenangan, dan mungkin, versi diri yang sempat tertinggal.

Adalah sebuah rumah yang saya tinggali sejak tahun 1998 lalu. Sebuah tempat yang selalu punya cara sederhana untuk membuat segalanya terasa utuh. Rasanya, shalat ied di sana bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tapi juga tentang kembali merasakan hangat yang tidak pernah benar-benar hilang.

Senin, 09 Februari 2026

MELIPUT PERTUNJUKAN KABARET "SUDAH JANGAN KE JATINANGOR"

Minggu, 8 Februari 2026, Dago Tea House dipenuhi riuh tawa dan tepuk tangan penonton yang menyaksikan pertunjukan kabaret “Sudah Jangan ke Jatinangor”. Saya mewakili ITB Press berkesempatan meliput langsung hari terakhir pementasan kolaborasi Bosmat Kabaret, Sevacter X Pidi Baiq ini. Sebuah pertunjukan yang terasa bukan sekadar kabaret biasa, melainkan sebuah pengalaman panggung yang matang, berani, dan penuh kejutan.

Cerita berpusat pada Doa (dimainkan oleh Tatan Oscar, yang juga didaulat menjadi sutradara di pertunjukan ini), tokoh utama yang menyimpan perasaan pada seseorang bernama Gadis (diperankan oleh Alika Chelya). Demi perasaan itu, Doa melakukan perjalanan dari Bandung (Kampus ITB Ganesha) ke Jatinangor bersama sahabatnya, Lancah. Alih-alih menemukan jawaban yang manis, perjalanan tersebut justru berujung pada kekecewaan. Dari premis sederhana ini, cerita berkembang menjadi rangkaian adegan yang emosional sekaligus jenaka.