Jumat, 28 November 2025

HIGHLIGHT BULAN NOVEMBER 2025

Kelewat jauh dari niat awal menulis di blog, untuk sekedar menuliskan rangkuman kegiatan setiap bulannya. Bukan buat apa-apa, hanya saja sebagai bentuk untuk membekukan waktu, mengenang kembali apa yang sudah terjadi dan menjadikannya bekal/pelajaran di kemudian hari. Karena katanya, pengalaman adalah guru terbaik.

Memulai menulis di blog ini dengan mengunggah foto yang diambil istri saya, satu hari setelah ayahnya (mertua saya) meninggal dunia. Bagi sebagian orang mungkin foto ini hanya akan dinilai dari sisi visual dan estetikanya saja. Tapi buat istri saya atau bahkan buat saya yang tahu persis bagaimana biasanya bapak duduk di kursi tersebut, dengan kebiasaan bapak membetulkan barang-barang elektronik, atau pun sekedar ngulik sesuatu di kursi tersebut, pasti punya makna yang berbeda. Satu hal yang buat saya sebagai menantu sering merasa malu, karena begitu banyak kerjaan ‘laki-laki’ yang bisa dikerjakan bapak. Jauh sekali dibanding saya yang selalu gagap untuk urusan seperti itu.

Di kursi itu pula untuk pertama kalinya bapak meminta saya membawa ibu saya sebagai tanda hubungan saya dengan anaknya serius. “mama candak kadieu, ameung, kenalan sareng keluarga didieu”. Saya lupa kalimat persisnya, tapi intinya bapak meminta saya membawa keluarga saya untuk bisa berkenalan dengan keluarga istri saya (waktu itu masih pacar).

Kehilangan orang tua selalu tidak mudah diterima. Pun begitu dengan yang dirasakan istri saya hingga hari ini. Saya tahu persis rasanya. 15 tahun lalu papa saya berpulang, dan bahkan hingga kini kesedihan itu masih terasa. Bukan karena waktunya sudah habis di dunia, tapi sedih karena ketika saya ada cerita yang hanya bisa dibagi dengan dia, sosoknya gak ada di samping saya.

Tapi, sayangnya waktu tidak pernah mau menunggu. Roda hidup terus berputar, mesin harus tetap dinyalakan. Setiap harinya masih harus bergelut dengan pekerjaan. Saya dengan semua kesemrawutan di kantor, dan istri saya dengan semua kesemrawutan di rumah. Sesedih atau seterpuruk apapun, nyatanya we have to face that mess!

Dengan awan kelabu yang terus membayangi hari-hari bapak di rumah sakit, hingga bapak berpulang, nyatanya saya dan istri saya harus kembali ke rutinitas kami. Saya harus bekerja ke kantor, dan istri saya harus mengurus rumah dan yang terberat, beradu argumen dengan si bungsu, Nadja hahaha.

Soal pekerjaan, pada bulan November saya dikasih kepercayaan untuk menjadi host di podcast Popstore TV. Sebenarnya ini episode kesekian yang saya gawangi, tapi bedanya, kali ini ada sponsor masuk, yang mana itu artinya ada pemasukan tambahan buat saya hahaha. Dan secara visual pun lebih bagus karena disupport alat dan tempat yang lebih baik.

Selain itu, kalau ngomongin kerjaan, bulan November ini saya kembai meliput gelaran ITB Jazz Aula Barat yang ke sembilan. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan selain dari liputan yang bisa dibaca di sini


Selebihnya, seperti biasa, berkutat pada urusan anak-anak, dari mulai service sepeda Ammar, menyaksikan dia bersenang-senang di sekolah, serta tentunya Nadja yang semakin lihai membuat papa mama nya tepuk jidat hahaha.

Dibuang saya, waktu jalan-jalan ke Taman Lalu Lintas, Bandung


Tidak ada komentar:

Posting Komentar