Sabtu dan Minggu, 27-28 Juni 2028, mahasiswa Tahap Persiapan Bersama
(TPB) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB 2025 menggelar Amorvia 2026,
sebuah pameran karya akademik yang sekaligus menjadi perayaan kreativitas
lintas disiplin. Acara berlangsung selama dua hari di Gedung Serba Guna ITB
Jatinangor, menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan unsur seni, desain,
hiburan, serta interaksi langsung dengan pengunjung.
Hari pertama Amorvia dibuka dengan parade dan penampilan dari mahasiswa TPB FSRD ITB 2025 yang menjadi pembuka sekaligus penanda dimulainya pameran. Pengunjung disuguhi suasana seru khas pasar kreatif melalui Amomart, area yang menjual berbagai produk hasil karya mahasiswa. Di sela-sela itu, kegiatan Stamp Hunt dan beragam permainan turut menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin terlibat lebih aktif. Instalasi interaktif dan projection mapping menambah dimensi visual pada hari pertama, menghadirkan pengalaman ruang yang lebih imersif. Salah satu sorotan hari itu adalah workshop Petri Dish Art, sebuah lokakarya yang mengangkat seni dengan media tak lazim berupa cawan petri (wadah kaca bundar kecil yang biasa dipakai di laboratorium untuk membiak bakteri atau jamur), sekaligus menjadi simbol dari tema Amorvia yang menyentuh dunia mikro dan kehidupan.
Salah satu karya yang menarik
perhatian pengunjung adalah instalasi NVD Project, hasil garapan kolektif
mahasiswa TPB jurusan Narasi Visual Digital (NVD) angkatan 2025. ITB Press
berkesempatan mewawancarai Muhammad Evan Ababil Sutresna, atau akrab disapa
Abil, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam pembuatan karya tersebut.
Abil menjelaskan bahwa instalasi tersebut secara konsep menggambarkan ruangan seorang anak TPB FSRD, lengkap dengan suasana berantakan dan tumpukan bekas karya yang menjadi ciri khas keseharian mahasiswa jurusan tersebut. Sebagai angkatan NVD yang berfokus pada ranah digital, ia dan rekan-rekannya ingin mengeksplorasi ulang karya-karya nirmana yang pernah mereka buat sebelumnya. Pendekatan itu diwujudkan melalui pemanfaatan projection mapping untuk memperluas visual karya fisik agar seolah keluar dari bentuk aslinya. Salah satu nirmana yang dipajang merupakan karya fisik asli, namun kemudian dianimasikan menggunakan proyektor sehingga visualnya dapat melampaui batas kanvas.
Amorvia 2026 menjadi bukti bahwa karya akademik mahasiswa TPB FSRD ITB 2025 tidak hanya berhenti di ruang kelas, melainkan dapat dihadirkan dalam bentuk pengalaman yang dapat dinikmati publik secara langsung. Melalui kombinasi pameran, instalasi, workshop, dan pertunjukan, acara ini berhasil menunjukkan keberagaman eksplorasi kreatif generasi baru FSRD ITB.
Home









Tidak ada komentar:
Posting Komentar