Kamis, 24 Mei 2012

MEMOARIA BASE JAM



Sebelum saya mentasbihkan Radiohead dan Mew sebagai band terbaik diseluruh dunia saat ini, maka kiranya waktu berputar kembali pada pertengahan dekade 90an, ketika industri musik Indonesia masih bagus akan iklim bermusiknya, menyajikan ragam pilihan warna musik dengan skala yang lebih besar dan tidak terbatas di scene indie saja seperti sekarang.

Adalah base jam, sebuah band di pertengahan 90an yang ikut juga meramaikan dan memberi warna baru untuk musik Indonesia kala itu. Band yang terdiri 7 orang anak muda bernama Bs, Adon, Aris, Adnil, Anya, Sigit, dan Sita ini sukses menyajikan musik yang fresh, dan memang pas mewakili untuk anak muda pada jamannya ketika itu.

Mulai berkenalan dengan Base Lam lewat video klip mereka yang berjudul ‘Bermimpi’. Ketika itu saya masih kelas 3 SD, dan baru mulai mencoba menyukai musik selain lagu anak-anak yang biasa saya dengerin. Dan ternyata Base Jam dengan mudah begitu saja membuat saya langsung jatuh hati dengan lagunya itu. Sebuah perasaan yang sama ketika saya untuk pertama kalinya meihat video klip Hanson dan The Moffats di MTV. Ketiganya (Hanson, The Moffats, sampai Base Jam) menampilkan sesuatu yang fresh, enerjik, ditambah musik dan lagu yang memang ringan untuk bisa ikut dinyanyikan, dan biasanya langsung membekas di kepala begitu saja. Saya yang ketika itu masih belum tau mau menjadi apa jika besar nanti, akhirnya terpengaruh pulalah jika nanti sayapun ingin ngeband juga seperti mereka. Dan keinginan seperti itu saya peragakan lewat gaya konyol saya memainkan raket bulu tangkis saya di rumah yang menirukan gaya mereka ketika membawakan lagu.

Ngomongin Base Jam berarti tidak sedang membicarakan musiknya saja, tapi Base Jam adalah memoar manis disetiap garis nada yang tercipta lewat lagunya. Mendengarkan lagunya berarti adalah mengingatkan kembali kepada kenangan dimasa lalu, termasuk kenangan saya akan (alm) Ayah, yang dimana album ke 3 Base Jam ini adalah merupakan album musik pertama yang saya punya. Ketika itu papa memberikannya sebagai hadiah saya naik kelas (kelas 4 ke kelas 5 SD kalo ga salah). Dan ya begitulah ketika album yang menampilkan hits ‘Bukan Pujangga’ ini saya putar menemani saya setiap harinya (lagu yang saya suka di album ini : Carnaval, Radio, Ada untukmu, dan Bukan Pujangga ga masuk karena udah keseringan di TV).

Namun agaknya album ke 3 Base Jam itu adalah album perpisahan untuk Adnil (gitar) dan Anya (keyboard), karena setelahnya mereka memilih mengundurkan diri dari band karena alasan ketidak cocokan. Maka mulailah kepincangan itu dirasa ditubuh Base jam, yang sebenernya tengah mempersiapkan untuk album ke 4 nya. Dan benar saja kepincangan itu berbanding lurus dengan pamor mereka yang terus meredup seiring dengan tidak adanya lagu – lagu yang bisa dihasilkan Base Jam untuk kembali memunculkan namanya dipuncak. Keadaan ini diperparah dengan beberapa personil yang satu persatu mengundurkan diri dan memilih meninggalkan band. Dari mulai Bs (drumer), sampai bahkan Choky yang baru masuk menggantikan Adnil inipun enggan berlama-lama berada dalam band, dan lebih memilih bergabung bersama Netral (hanya terhitung satu album Base Jam saja permainan gitarnya ikut berpartisipasi mengisi musiknya Base Jam kala itu)

Lama tidak mengeluarkan album, akhirnya pada tahun 2002 base jam mengeluarkan album the best-nya, yang adalah merupakan rangkuman perjalanan bermusik mereka dari mulai tahun 1996 sampai 2002 lewat lagu-lagu hits mereka, dengan penambahan dua lagu baru yakni "Hujan Tanpa Awan" dan "Denganmu Tanpamu".

Namun mungkin banyak kita ketahui jika sebuah band sudah mengeluarkan sebuah abum the best, ‘biasanya’ umur bandnya sendiri tidak akan lama lagi, seolah mereka sudah merasa stuck dengan karya yang mereka coba buat. Pun begitu dengan Base Jam yang sedang berada dalam stagnasi dan kegamangan akan kemana membawa band ini.

Tidak tahan dengan keadaan ini, Sigit sang vocalispun akhirnya hengkang dan memilih bersolo karir, yang sialnya keputusannya bersolo karirpun tidak sejalan dengan kesuksesan yang ingin kembali diraihnya ketika jaman dia masih Berjaya dengan Base Jam. Terakhir yang saya tau Base Jam menggantikan Sigit dengan seorang vocalis bernama Alvin, yang kiranya tidak juga membawa Base Jam kembali ke masa jayanya dulu. Maka rilisan album terakhirpun tidak berisikan materi yang mumpuni, selain hanya sebuah pembuktian jika mereka masih ada.

Tapi lepas dari semua itu, Base Jam adalah sebuah cerita. Sebuah band yang berhasil membuat saya ingin bermain musik juga seperti mereka. Musiknya yang fresh, pembawaannya yang enerjik ketika memainkan musik adalah alasan kenapa saya tertarik untuk memilih musik sebagai tujuan hidup saya saat ini.

Lepas dari ketidak jelasan akan kemana Base Jam membawa nama besarnya selama ini, Base Jam adalah cinta pertama saya jika bisa dibilang. Pertama kali saya suka dengan musik ‘belantika’, pertama kali saya mulai meyakinkan jika memilih profesi sebagai musisi adalah merupakan kerjaan yang ingin saya lakukan suatu hari nanti, dan itu terbukti hari ini, saat saya menulis ini, ketika saya jadi pemusik juga pada akhirnya, meskipun belum tenar seperti mereka. Tapi setidaknya saya tidak lagi memainkan raket bulu tangkis sebagai sarana saya bermain musik yang menirukan Base Jam ketika itu, tapi kali ini dengan gitar beneran, dan dengan banyaknya harapan besar yang ingin saya capai di musik.

Terima kasih Base Jam untuk semua memorinya yang sampai saat ini masih saya simpan tentang bagaimana ‘catchy’-nya lagu kalian ketika itu. EPIC.!!!

#LearnsToPop
#WenkyLearnsToPop

lengkapnya, silhkan cek disini 

4 komentar:

  1. I LIKE THIS....SAYA JUGA SUKA DENGAN BASE JAM DAN BAND2 TH 90an.

    BalasHapus
  2. basejam itu band keren ... mungkin sekarang masyarakat lebih suka yang alay2.
    - tas-laptop.com -

    BalasHapus
  3. Betul gan base jam band lokal keren ane salah satu fansnya.ingat band ini serasa kembali kemasa lalu. Selain base jam ada juga five minutes dan wayang band yg gk kalah di gandrungi jg pada masanya.smoga dimasa yang akan datang lahir kembali band2 penuh kualitas nan enak didengar.

    BalasHapus