Minggu, 25 Desember 2022

2022 NGAPAIN AJA?

Kayaknya udah jadi kebiasaan, sebelum menutup tahun saya menulis catatan/recap selama setahun ngapain aja. Tahun 2022 tidak begitu banyak yang bisa dihighlight sebenernya, karena dari sisi pekerjaan masih kurang lebih sama dengan yang dilakukan di tahun 2021. Masih nulis artikel soal musik, jadi produser buat program DCDC Chart, nulis script buat program on air dan off air di kantor, sama jadi Co-Host di DCDC D'Podcast. Oh iya, program podcast yang melibatkan saya dan mang Alga tahun ini hadir dengan konsep baru pake visual. Jadi Vodcast alias video podcast. Agak ribet juga sih ya, ada yang bilang podcast ga boleh divisualkan, ada yang bilang boleh boleh saja, ada yang bilang podcast, vodcast, dll. Terserah juga sih ya, mau podcast atau vodcast, mau bayarannya ditransfer atau cash. Bebas, hehehe

Ini salah satu episode paling favorit saya, karena saya bisa interview/ngobrol dengan Sir Dandy. Orang ‘penting’ dibalik terciptanya band favorit saya, Teenage Death Star. Skill Is Dead Let’s Rockiiin!

Selain itu, mungkin yang cukup menjadi catatan penting di tahun 2022 ini ketika saya dipercaya menjadi salah satu tim riset untuk film dokumenter “Gaung Cadas” bareng pak Addy Gembel. Film tersebut mengangkat skena musik metal/cadas/extreme musik di tiga kota di Indonesia, yakni Aceh, Sukabumi, dan Tangerang. Nah saya kebagian ‘mengulik’ skena musik di Sukabumi. Menyenangkan karena akhirnya saya bisa sedikit tahu geliat musik cadas di Sukabumi, serta berkenalan dengan para pelakunya. Filmnya sendiri -katanya- dijadwalkan rilis akhir Desember 2022 ini. Semoga berjalan lancar. Aamiin.


Ini salah satu (salah dua?) foto bareng beberapa pelaku skena musik cadas di Sukabumi

Ngomongin soal kerjaan, ada satu lagi yang lumayan cukup menyenangkan untuk dihighlight, yakni ketika saya dipercaya menjadi salah satu juri internal untuk ajang Wacken Metal Battle Indonesia 2022, bareng Addy Gembel, Ade Muir, dan Karina Supriaman. Lumayan belajar banyak juga sih ya, karena sejujurnya saya ngga begitu mengikuti musik metal. Lucunya, saya malah banyak berhubungan dengan skena metal, kaya misalnya film dokumenter “Gaung Cadas” tadi sama ajang Wacken Metal Battle Indonesia ini. Karena pada dasarnya suka musik, ya seru seru aja sih ya ketika dijalanin hehehe. Mau metal, pop, punk, apapun. 

Hhmm kalo soal kerjaan itu aja kayaknya, sama selebihnya tahun ini ngalamin lagi event-event off air dan mulai ngerasain lagi event di luar kota.

Oh iya, tahun 2022 ini juga si koko kecil menyelesaikan sekolahnya di PAUD. Gurunya sih menyarankan dia untuk lanjut sekolah ke TK, tapi saya dan istri memutuskan biar dia belajar di rumah dulu, karena secara usia juga belum begitu cukup untuk masuk TK (dia masuk PAUD umur 3 tahun). Jadi mungkin nunggu sampai dia umur 5 tahun dulu, baru masuk TK. Adiknya, Nadja, tidak kalah lucu dan menggemaskan, dan pastinya makin pintar dan makin ga bisa diem. Mulai banyak ngoceh dan mulai belajar jalan. Sama kaya papanya, setiap tahunnya selalu belajar jalan. Jalan dengan harapan dan mimpi yang dibangun berbanding lurus dengan resolusi setiap tahunnya. Kadang tidak selalu bisa ditapaki dengan mulus, karena kadang juga terjatuh dan tertatih untuk terus berjalan dengan apa yang dipercaya. Salah satunya soal merilis buku.

Bagi saya yang menempatkan menulis sebagai satu hal yang paling saya suka, merilis buku menjadi impian yang lama sekali ingin saya wujudkan. Tahun 2012 dan tahun 2013 sebenarnya sudah pernah merilis buku, tapi waktu itu skalanya kecil banget dan dirilis sendiri. Sampai akhirnya kurang lebih sepuluh tahun berlalu, impian itu semakin dekat untuk diwujudkan ketika seorang teman mengenalkan saya pada penerbit ‘beneran’. Saya menawarkan konsep cerita dan Alhamdulillah penerbit tertarik dan setuju untuk merilis buku saya. Tapi, kayaknya memang jalan mulus enggan akrab dengan saya hahaha. Kurang lebih dua bulan menyelesaikan naskah buku sampai beres, lampu hijau untuk merilis buku ini masih belum juga menyala, karena harus mencapai kesepakatan antara penerbit dan sebuah band asal Bandung, yang saya jadikan landasan cerita buat buku ini. Lama dan pelik, walaupun sebenarnya harapan itu masih ada. Tipis, tapi semoga saja bisa berujung menyenangkan untuk semuanya.

Kayaknya itu aja sih yang saya lakukan tahun 2022 ini. Awal tahun 2023 bakalan seperti apa, ngga tahu juga, tapi rencananya sih mau fokus ke bisnis jualan donat bareng istri. Apakah nulisnya masih lanjut? Belum tahu juga hahaha. Tapi kayaknya sih awal tahun depan buku saya itu harus benar-benar terbit, dengan/tanpa penerbit tersebut atau dengan/tanpa band tersebut. Band apa? Buku apa? Ya lihat aja awal tahun depan. Mungkin bisa Januari, bisa juga Februari. 

Selebihnya sih pengen banyak uang ya hahaha, biar bisa banyak jalan-jalan bareng anak dan istri. Saya ngga terlalu suka jalan-jalan sih sebenarnya, tapi anak dan istri saya suka. Berhubung tugas suami dan ayah mah menyenangkan anak dan istri ya jadi keinginan mereka buat jalan-jalan harus saya realisasikan. 

Hhmm tahun 2022 ini ga sering juga sih jalan-jalan, paling cuma makan di luar dan ke tempat-tempat yang ada playground-nya. Yang cukup menarik sih pas kemarin ke museum Geologi, karena si kocil suka banget sama Dinosaurs, dan disana ada fosil/kerangka Dino gede banget. Jadi dia excited lah (Tapi tetep, jauh lebih excited diajak ke Indomaret buat beli mainan hahaha). Apalagi pulang dari sana kita sempet keliling-keliling Bandung pake Bandros hahaha. Ya sederhana aja lah ya, tapi cukup berkesan. 

Hhmm gitu aja paling, udah mulai males nulisnya hahaha. Semoga ada begitu banyak cinta dan energi positif yang bisa saya bagikan. Big Love

Banjaran, 25 Desember 2022


Tidak ada komentar:

Posting Komentar