Minggu, 09 Agustus 2026

HIGHLIGHT BULAN JULI 2026

Saya ingat dulu, pas zaman-zamannya suka ngeband, impian terbesar saya itu punya album, bisa manggung ke mana-mana, dan punya duit banyak dari bermusik. Sampai detik ini hal itu tidak pernah kesampaian. Beberapa orang bilang saya cukup bagus dalam membuat lagu, sampai akhirnya saya PD untuk bermusik. Saya merasa punya cukup bakat dalam bermusik. Sayangnya itu terasa naif, karena setelah dijalani saya merasa masih terlalu jauh untuk bisa disebut musisi, hahaha.

Saya memang sekolah musik, dan skill bermusik pun tidak nol-nol amat, tapi rasanya masih terlalu jauh untuk bisa menjadi musisi, apalagi bermimpi bisa sukses dari musik. Perlahan mimpi itu saya tinggalkan, hingga akhirnya saya bekerja seperti kebanyakan orang.

Menjadi karyawan selama belasan tahun nyatanya belum bisa membawa saya ke titik hidup yang "nyaman". Makin lama makin tidak nyaman, karena nyatanya saya menjalani pekerjaan yang jauh dari mimpi, namun tetap saja tidak membuahkan hidup yang nyaman. Inginnya sih bisa hidup dari musik, atau jualan lagu, haha. Atau dari menulis, lalu naskahnya dijadikan film dan sukses. Tapi lagi-lagi itu terasa terlalu naif.

Sebagai seorang manusia, saya merasa payah dalam banyak hal, kecuali bagi anak-anak saya yang kerap bangga sama papanya. Entah kenapa, itu terasa cukup buat saya. Selama ada mereka, rasanya saya jadi punya alasan untuk terus bertahan. Rasanya, jika tidak ada pelukan dari mereka setiap saya hendak berangkat kerja, hari-hari terasa sangat berat dijalani, dengan kemacetan di mana-mana, pekerjaan yang jauh dari mimpi saya, atau pun hal-hal kecil yang entah kenapa terasa tidak berpihak pada saya.

Niatnya mau menulis rangkuman bulan Juli kemarin, tapi entah kenapa rasanya bulan Juli lalu tidak ada hal yang cukup melekat di ingatan atau meninggalkan kesan. Yang saya ingat hanya pekerjaan-pekerjaan yang, semakin ke sini, semakin malas saya lakukan. Memang ada hal-hal cukup menyenangkan yang terjadi, seperti ketika saya mulai aktif podcast lagi, atau menghabiskan waktu bareng keluarga, tapi entah kenapa ada kekosongan di jiwa saya, seperti saya tidak menemukan esensi dari kemampuan saya sebagai seorang individu. Inginnya sih saya menemukan keseruan dari kemampuan saya yang sebenarnya, entah itu dari musik atau menulis, bukan dari rutinitas yang saya jalani sehari-hari.

Rasanya ingin sekali bersyukur dengan semua yang saya jalani, karena katanya sebagai manusia kita hanya menjalani apa yang sudah ditetapkan Yang Maha Kuasa. Tapi, gimana ya, ruang kosong itu masih belum juga terisi dengan keseruan dan alasan yang kuat kenapa saya harus menjalani hidup. Tapi, balik lagi, selama anak-anak saya ada di pihak saya, rasanya itu sudah cukup. Saya tidak bisa membayangkan hidup tanpa mereka, mungkin hidup saya jadi makin kosong saja.

Pagi tadi saya menyaksikan anak saya, Nadja, sudah bisa mengendarai sepeda roda dua pada usianya yang baru menginjak 4 tahun. Itu membanggakan dan melegakan untuk saya, karena nyatanya anak saya punya kemampuan yang jauh lebih baik dari saya. Dulu saya baru bisa naik sepeda roda dua saat kelas 4 SD, sedangkan dia sudah bisa di umur empat tahun.

Hal-hal kecil seperti itu selalu saya syukuri, karena itu artinya anak-anak saya lebih baik dari saya. Tidak ada yang lebih menyenangkan dan melegakan selain mengetahui kalau anak-anak saya bisa lebih baik dari saya. Harapannya, mereka bisa hidup lebih baik dari saya.

Dengan semua kepayahan saya, satu-satunya yang harus dimaksimalkan adalah cinta yang terus mengalir untuk mereka. Karena ketika mereka kelak dewasa dan merasa dunia tidak berpihak pada mereka, mereka bisa membaca ini, dan mengetahui kalau papanya akan selalu ada di pihak mereka, mendukung mereka, seperti apa pun keadaan mereka.

Sementara itu, ini ada beberapa foto yang saya ambil dari riwayat chat WhatsApp dengan istri saya selama bulan Juli 2026. Karena tidak ingin menjadi hamba yang mengkufuri nikmat, tentunya saya bersyukur untuk semua yang telah terjadi. Semoga, kalau pun tidak hari ini, besok atau lain hari dunia bisa berpihak pada saya.

Pas difoto aa lagi cemberut, dan Nadja godain biar aa gak cemberut lagi

Ciherang, 9 Agustus 2026


Tidak ada komentar:

Posting Komentar