Kampus ITB Cirebon dipenuhi suasana meriah pada Jumat, 11 September 2026, dalam pelaksanaan Cirebon Festival 2026 (CIFEST 2026). Mengusung tema Coastal Culture Reimagined: Perayaan 10 Tahun Kampus ITB Cirebon, kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan satu dekade perjalanan ITB di Cirebon sekaligus menghadirkan beragam aktivitas bagi mahasiswa dan sivitas akademika.
Rangkaian kegiatan dimulai pada siang hari dengan registrasi peserta. Mahasiswa yang hadir diarahkan menuju area utama untuk mengikuti berbagai agenda yang telah disiapkan. Suasana semakin ramai ketika peserta mulai memenuhi area festival.
Acara kemudian dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sesi pembukaan diisi dengan sambutan dari Ketua Pelaksana CIFEST 2026, perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktur DEMK ITB Cirebon, serta Rektor ITB.
Ketua Pelaksana CIFEST 2026, Faqih Ahmad Zulfikar, turut menyampaikan pemaparan mengenai kegiatan. Sementara itu, Direktur DEMK ITB Cirebon, Prof. Dr. Sri Maryati, S.T., M.IP., dan Rektor ITB, Prof. Dr. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan pandangan mengenai perkembangan akademik, ekosistem kampus, serta arah ITB Cirebon ke depan.
Peringatan 10 tahun Kampus ITB Cirebon kemudian ditandai dengan penayangan video perjalanan satu dekade ITB Cirebon. Tayangan tersebut memperlihatkan perkembangan kampus sekaligus kiprahnya dalam konteks kawasan Rebana dan pembangunan ekonomi di wilayah sekitarnya. Sesi tersebut dilanjutkan dengan foto bersama jajaran pimpinan, perwakilan kawasan Rebana, serta panitia inti.
Setelah rangkaian pembukaan selesai, area festival mulai dipenuhi aktivitas dari berbagai booth. Sembilan booth jurusan serta sejumlah booth sponsor dan media partner dibuka untuk dikunjungi peserta. Berbagai aktivitas di masing-masing booth membuat mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan pihak jurusan maupun mitra yang terlibat dalam CIFEST 2026.
Di antara booth yang hadir, ITB Press Mobile Store turut meramaikan festival dengan membawa berbagai merchandise resmi ITB. Kehadirannya menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa di area festival, sekaligus memperkenalkan produk-produk ITB Press secara langsung kepada mahasiswa ITB Cirebon. Antusiasme mahasiswa terhadap merchandise yang ditawarkan juga memperlihatkan bahwa produk kampus kini memiliki fungsi yang lebih luas. Merchandise tidak hanya digunakan sebagai produk sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari cara mahasiswa membawa identitas kampus ke dalam keseharian. Pilihan desain dan estetika yang ditawarkan pun terasa dekat dengan selera mahasiswa baru dan anak muda hari ini.
Memasuki rangkaian acara festival, panggung CIFEST 2026 diisi dengan penampilan musik dari mahasiswa. Sejumlah band yang tampil bahkan berasal dari mahasiswa baru. Menariknya, beberapa penampil memilih membawakan lagu-lagu dari Hindia dan Perunggu. Pilihan repertoar tersebut terasa cukup merepresentasikan selera musik mahasiswa saat ini. Karya-karya Hindia dan Perunggu banyak mengangkat tema kehidupan sehari-hari, kegelisahan, hubungan, keluarga, hingga proses menemukan arah hidup. Tema-tema tersebut terasa dekat dengan pengalaman anak muda, sehingga tidak mengherankan jika lagu-lagu keduanya muncul dalam penampilan mahasiswa baru di panggung CIFEST 2026.
Home











Tidak ada komentar:
Posting Komentar