Saya lupa kapan persisnya, transisi dari nulis bisa jadi ke mana-mana hahaha. Tapi sepertinya hal itu bermula sejak saya mulai kerja di Slasher Clothing dan mendapat lingkungan teman-teman kreatif di sana. Ada saja yang dilakukan, mulai dari bikin gigs, bikin majalah, sampai mengerjakan serangkaian promo kreatif untuk sebuah produk.
Hal tersebut kemudian makin dikuatkan ketika tahun 2017 saya masuk Atap
Promotion. Dari yang tadinya menulis artikel dan mengerjakan serangkaian
pekerjaan jurnalistik, kemudian beranjak pada kerjaan kreatif lainnya, seperti
podcast, bikin program YouTube, dan masih banyak lagi yang diawali dari
kemampuan saya menulis.
Belakangan, ketika AI menjadi karib saya sehari-hari, nyatanya proses kreatif
itu semakin menyenangkan dengan bantuan dari si robot pintar ini. Bisa dibilang
malah jadi hiburan buat saya pribadi. Di tengah rutinitas kantor yang memaksa
serba cepat, kehadiran AI ini jadi senjata ampuh buat saya bertahan di kantor.
Intinya cuma satu. Mau saja dulu.
Kadang perintah dari atasan juga tidak selalu inline dengan kemampuan saya
menulis, walaupun sebenarnya apa pun kerja kreatif yang saya lakukan selalu
melibatkan kemampuan menulis sebagai pondasi utamanya. Atau dalam konteks AI
ini, kemampuan untuk menulis prompt hahaha.
Yang terbaru, setelah banyak dibantu bikin draft proposal oleh Claude, saya
kemudian mendapat perintah mengerjakan atau membangun game untuk klien di
kantor. Ini lucu dan seru, karena ternyata si Claude bisa melakukan itu,
meskipun tentunya ini masih dalam bentuk prototype dan masih jauh dari
sempurna. Tapi lumayan menghibur di tengah rutinitas kantor yang melelahkan.
Game di bawah ini dibuat untuk klien OJK, di mana OJK setiap bulannya
merilis bulletin tentang literasi keuangan. Nah, pihak OJK berpikir orang akan
bosan jika hanya membaca literasi keuangan dari bulletin digital. Oleh karena
itu, dibutuhkan trigger menarik agar pengguna bisa atau mau membaca artikel
yang ditulis dalam bulletin digital tersebut.
Jadi, lahirlah game-game ini.
Setiap pengguna wajib memainkan game ini terlebih dahulu sebelum akhirnya
bisa membaca atau mengakses artikel dari OJK tersebut. Dan penyampaiannya pun
tidak hanya melulu teks, tapi juga bisa lewat video atau komik.
Seperti apa game-nya? Klik gambar di bawah ya hihihi.
Home




Tidak ada komentar:
Posting Komentar