Demi jiwaku yang ada dalam genggaman-Mu
Bawa aku menuju jalan-jalan ke arah-Mu
Demi kekeringan yang melanda kampung halamanku
Beri aku benih yang tumbuh di jari manis-Mu
Demi jiwaku yang ada dalam genggaman-Mu
Bawa aku menuju jalan-jalan ke arah-Mu
Demi kekeringan yang melanda kampung halamanku
Beri aku benih yang tumbuh di jari manis-Mu
Menyelami kutipan terkenal dari Bung Hatta yang berbunyi "Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas." Hal itu berhubungan erat dengan kecintaan beliau terhadap buku. Bagi Wakil Presiden pertama Indonesia ini buku ibarat harta karun yang tak ternilai harganya. Kecintaannya terhadap buku menunjukan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan, dan sungguh ia tunjukan denga sikap nyata.
Bung Hatta pertama kali menyukai
buku sejak usia muda, sekitar usia 17 tahun di mana beliau mulai mengkoleksi
buku. Koleksi tersbut makin bertambah banyak ketika Bung Hatta kuliah di
Belanda, hingga pada saat pulang jumlahnya mencapai 16 peti. Uniknya lagi, dengan
koleksi buku sebanyak itu Bung Hatta kerap membawanya kemanapun ia pergi, mulai
dari pengasingan di Boven Digul, Banda Neira, hingga Bangka dan kembali ke
ibukota.