Minggu, 21 Juni 2026, suasana Car Free Day (CFD) Dago Bandung tampak berbeda dari biasanya. Di tengah keramaian masyarakat yang memadati kawasan tersebut, mahasiswa FSRD TPB 2025 menghadirkan MORVARIA 2026 melalui rangkaian parade dan performance art yang memikat perhatian publik. Saya ditugaskan meliput jalannya acara untuk dimuat di website ITB Press. Berbeda dengan liputan biasanya, liputan kali ini ditemani anak dan istri sekalian jalan-jalan di area CFD.
Rabu, 24 Juni 2026
MELIPUT PARADE MAHASISWA FSRD ITB
Kamis, 30 April 2026
HIGHLIGHT BULAN APRIL 2026
Tahun 2026 sudah berjalan empat bulan, dan sepertinya bulan April menjadi bulan yang paling sibuk buat saya. Baik urusan kantor, keluarga, sampai beberapa proyek di luar kantor terjadi pada bulan April. Untuk urusan kerjaan, ada dua agenda besar yang terjadi pada bulan April ini, mulai dari wisuda ITB sampai konser Dilan ITB 97.
Seperti biasa, untuk urusan
wisuda saya diminta menjadi petugas pengambilan toga dan meliput acara wisuda itu
sendiri (liputannya bisa baca di sini), sedangkan untuk konser Dilan sebenarnya persiapannya sudah dimulai sejak
akhir Maret lalu, di mana saya diminta membuatkan proposal konser hingga
menjembatani antara pihak kantor dengan vendor produksi dan manpower. Baik
wisuda ataupun konser semuanya berjalan lancar dan menyenangkan, dan juga
plusnya membuat saya punya tambahan penghasilan, baik dari lembur ataupun
persenan hahaha.
Jumat, 03 April 2026
TENTANG LINGKARAN DAN SIKLUS HIDUP
Dua bulan berselang tanpa menulis rangkuman kegiatan di blog. Ingin konsisten menulis, bahkan meski hanya sebulan sekali pun terasa sulit. Energi sepertinya habis terkuras di jalan. Hari-hari berangkat dan pulang kerja terasa begitu melelahkan karena selalu berjibaku dengan kemacetan.
Idenya sebenarnya sederhana,
kenapa saya menulis rangkuman kegiatan setiap bulannya di blog. Selain untuk
menulis titik pencapaian dalam hidup, juga dalam rangka merangkum cerita
keseharian bareng anak-anak saya. Saya pikir penting bagi anak-anak sesekali melihat
ke belakang, tentang apa yang sudah mereka jalani. Hal-hal menyenangkan yang
suatu hari nanti mereka syukuri ketika mereka ada di titik terendah. Bahwa
dalam kondisi buruknya, ada hari-hari pada masa lalu yang menyenangkan yang
mereka lewati bareng orang tuanya. Dan ketika mereka mensyukuri itu, harapannya
sih mereka bisa lebih kuat menghadapi hari buruk tersebut, sampai kemudian dunia
kembali berpihak pada mereka.
Bulan Februari–Maret ini ada beberapa kegiatan cukup menarik yang saya jalani, mulai dari liputan Pameran Urban Futures “Bibit Ka Jati”, ITB Day: Aku Masuk ITB (AMI) 2026, juga peluncuran buku Menggugat Republik yang disisipi seminar Prabowonomics. Untuk yang disebutkan terakhir, sebenarnya secara konsep sama sekali tidak menarik, cenderung menyebalkan (memuakan). Melihat orang-orang berpangkat (menteri dan pejabat pemerintah) omon-omon soal tema kebangsaan dan ekonomi yang mengatasnamakan kesejahteraan rakyat. Padahal, pada praktiknya sama sekali tidak berpihak pada rakyat. Ah, membahasnya saja sungguh memuakan. Apalagi ini saya terlibat menjadi bagian dari acaranya. Mulai dari meeting sampai tengah malam hanya untuk menentukan durasi orang-orang tersebut berpidato di atas panggung, hingga dengan otoritas mereka mengubah susunan acara di tengah-tengah acara berlangsung. Hal ini dilengkapi pula dengan demo mahasiswa ITB di tengah acara.
Senin, 30 Maret 2026
LEBARAN 1447 H/2026
“Di balik takbir yang berkumandang, ada harapan-harapan yang kembali dilahirkan.” Pagi itu, suara takbir seperti membuka sesuatu yang lama terlipat di dalam diri. Bukan sekadar gema dari pengeras suara, tapi seperti panggilan yang mengingatkan bahwa ada hal-hal yang perlu dipeluk kembali seperti keluarga, kenangan, dan mungkin, versi diri yang sempat tertinggal.
Adalah sebuah rumah yang saya tinggali sejak tahun 1998 lalu. Sebuah tempat yang selalu punya cara sederhana untuk membuat segalanya terasa utuh. Rasanya, shalat ied di sana bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tapi juga tentang kembali merasakan hangat yang tidak pernah benar-benar hilang.
Home

