Sabtu, 24 Januari 2026

MELIPUT KELANA WAYANG POTEHI DI CIBADAK, BANDUNG

Jika sebelumnya, di media tempat saya bernaung lama, keseharian saya nyaris selalu berkisar pada dunia musik, dari mulai rilis album, konser, sampai wawancara musisi, di ITB Press medan liputan terasa jauh lebih luas. Dan salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika saya berkesempatan meliput rangkaian acara Kelana Wayang Potehi dalam CapCipCup Fest (digelar dari tanggal 15-30 Januari 2026-red) di Tjap Sahabat, Cibadak.

Wayang Potehi bukan sesuatu yang dekat dengan keseharian saya. Saya tahu ia bagian dari tradisi Tionghoa, pernah melihat sepintas, tapi belum pernah benar-benar menyelami dunia di baliknya. Begitu masuk ke ruang pameran “Budaya Bertutur Visual”, kesan pertama yang muncul justru rasa hangat: ruang kecil di lantai dua, dipenuhi karya, boneka, instalasi, dan orang-orang yang datang dengan latar belakang berbeda. Tidak terasa seperti pameran yang kaku, melainkan ruang temu yang hidup.

Rabu, 31 Desember 2025

HIGHLIGHT BULAN DESEMBER 2025

Bicara soal bulan Desember 2025, bisa dibilang hampir seluruh hari pada bulan itu dihabiskan di ITB Press Store, menemani dan menghidupi ITB Presstival 2025 yang berlangsung dari 3 sampai 22 Desember. Hampir satu bulan penuh, toko di Jalan Ganesha itu terasa seperti rumah kedua yang penuh orang, penuh cerita, penuh obrolan, dan penuh energi yang datang dari berbagai arah.

Rangkaian kegiatan dimulai dari bedah buku Dari Angka ke Kata. Lewat bedah buku ini saya kembali diingatkan bahwa belajar tidak selalu tentang cepat atau benar, tapi tentang cara berpikir dan menjelaskan. Lalu buku Panduan Bertahan Tumbuh di ITB  hadir sebagai teman empatik bagi mahasiswa baru yang membicarakan adaptasi, kesehatan mental, dan cara merawat diri di masa transisi. Sementara buku Dapur Rock N Roll karya Leon Ray Legoh membuka wajah kreativitas dari ruang yang berbeda: musik dan dapur. Dari tiga buku ini, saya menarik satu benang merah: tumbuh itu bukan tentang hasil cepat, tapi tentang berani menjalani proses dengan yang kita yakini.

Interview bareng Leon 'Koil'

Jumat, 28 November 2025

HIGHLIGHT BULAN NOVEMBER 2025

Kelewat jauh dari niat awal menulis di blog, untuk sekedar menuliskan rangkuman kegiatan setiap bulannya. Bukan buat apa-apa, hanya saja sebagai bentuk untuk membekukan waktu, mengenang kembali apa yang sudah terjadi dan menjadikannya bekal/pelajaran di kemudian hari. Karena katanya, pengalaman adalah guru terbaik.

Memulai menulis di blog ini dengan mengunggah foto yang diambil istri saya, satu hari setelah ayahnya (mertua saya) meninggal dunia. Bagi sebagian orang mungkin foto ini hanya akan dinilai dari sisi visual dan estetikanya saja. Tapi buat istri saya atau bahkan buat saya yang tahu persis bagaimana biasanya bapak duduk di kursi tersebut, dengan kebiasaan bapak membetulkan barang-barang elektronik, atau pun sekedar ngulik sesuatu di kursi tersebut, pasti punya makna yang berbeda. Satu hal yang buat saya sebagai menantu sering merasa malu, karena begitu banyak kerjaan ‘laki-laki’ yang bisa dikerjakan bapak. Jauh sekali dibanding saya yang selalu gagap untuk urusan seperti itu.

Rabu, 29 Oktober 2025

HIGHLIGHT BULAN OKTOBER 2025

Bulan Oktober ini ada tiga hal menarik yang bisa dijadikan highlight, dari mulai liputan Pasar Seni ITB 2025 yang digelar dua hari pada tanggal 18 & 19 Oktober di Sabuga dan kampus ITB Ganesha, Market Day di sekolah Ammar, hingga kemudian menjelang akhir bulan Ammar main ke kampus ITB nemenin papa liputan arak-arakan wisuda ITB.

Soal Pasar Seni. Riuh acara ini sudah mulai terasa bahkan beberapa bulan sebelum acaranya berlangsung. Bukan tanpa alasan, karena kantor saya, ITB Press berkesempatan untuk berkolaborasi dengan Pasar Seni membuat official merchandise Pasar Seni. Karena sama-sama berkepentingan dalam mempromosikan produk merchandise ini, ITB Press lumayan gencar memberitakan tentang acara ini, dari mulai membuat podcast eksklusif dengan panitia Pasar Seni, hadir di tiga konferensi pers yang digelar panitia, hingga puncaknya, ITB Press media hadir untuk meliput acaranya. Cukup hectic, karena selain meliput saya juga dilibatkan (atau tepatnya melibatkan diri) untuk juga membantu tim marketing berjualan, dari mulai di Mobile Store di Sabuga, hingga di Campus Centre Barat yang dijadikan booth ITB Press pada hari H acara.