Rabu, 14 Juni 2017

SUATU HARI KETIKA SI LIDUEL MERENGEK MINTA ES

Suatu hari si Liduel dateng ke rumah saya. Dia minta dibelikan Es. Tapi saya tidak lantas begitu saja menuruti keinginan dia. Saya larang dia minum Es. Saya suruh dia makan siang dulu, namun dia menolak dan tetep ngerengek minta dibelikan Es, dan saya tetap tidak membolehkannya. Dia ngamuk, marah sama saya. Mungkin yang ada dipikirannya itu kaya bilang apa salahnya minum Es pas lagi siang terik seperti waktu itu. Dia pulang sekolah, cape, haus, dan minum segelas Es/Sirup tentu akan menyenangkan. Dia kesal karena saya melarangnya. Ada raut muka tidak senang yang dia kasih lihat ke saya, seperti penuh dendam. 

Lalu, mungkin karena cape marah-marah dia akhirnya ketiduran. Setelah sekitar dua jam dia tertidur, pas bangun dia sudah tidak marah lagi dan bilang laper. Saya kasih dia makan. Dia makan dengan lahap dan ceria seperti biasa. Lalu saya tanya “dede udah ga marah?”. Dia jawab “ngga”. Yaudah ini sirupnya. Tuh udah ditambahin Es krim lagi. Dia senang dan kegirangan. Saya yang menyaksikan tingkah dia jadi kepikiran sesuatu tentang diri saya yang malu saya akui, jika dia lebih baik dari saya, dan saya belajar sesuatu dari dia.

Sabtu, 13 Juni 2015

RENTETAN REPETISI DUA SISI KOLABORASI


Skip soal judul diatas yang entah akan kemana arahnya dengan menambahkan kata repetisi. Tapi yang jelas dengan menggaris bawahi kata kolaborasi, saya menemukan suatu energi positif ketika membuat sesuatu yang bolehlah kiranya itu disebut karya. Lepas dari dan atas nama waktu luang sampai bisa terciptanya sebuah karya yang saya atau dalam hal ini menjadi kami buat, saya selalu senang mendapat masukan dari siapapun atas karya saya. Selain itu juga bisa mendapatkan angle lain dari karya saya, dalam hal kekhasan lain selain kekhasan saya untuk kemudian dikombinasikan dalam sebuah kolaborasi. Memang masih sebatas musik kamar, atau dalam istilah yang saya buat membuat lagu males-malesan, karena pada prakteknya juga tidak butuh effort lebih seperti musisi "beneran" ketika membuat lagu. Saya percaya dan menyukai semua yang spontan, apa yang saat itu terpikir dan hajar saja. Soal hasil? toh saya tidak terbebani apapun, apalagi sampai punya tekanan jika lagu yang saya buat harus disukai banyak orang.

Beberapa lagu ini saya upload di akun soundcloud saya. Setidaknya ada empat orang yang bersedia berkolaborasi dengan saya, dari mulai sahabat saya Eko yang menantang saya bikin lagu rock, dengan distorsi dan pattern gitar yang dia buat. Lalu ada Ebbie yang dengan kekhasan suara ala The Ocean Blue, atau so called indiepop, yang membuat lagu saya menjadi lebih "ngepop" dengan suaranya. Ada juga Liduel, anak berusia 3 tahun yang paling lucu dan pintar sepengetahuan saya. Dia bernyanyi mengikuti arahan saya ketika saya iseng merekam lagu baru pake HP. Terakhir ada Megumi, yang dengan kekhasan suaranya bisa membuat lagu sederhana saya menjadi selangkah lebih punya isian yang "melenakan". Atau entah apa kata ganti yang pas untuk "melenakan". Yang jelas lagu dengan durasi satu menit kurang enam detik yang dia nyanyikan bisa membuat saya kagum walaupun dia tidak bernyanyi se"powerfull" Agmo misalnya. Kok mesti Agmo sih? skip soal itu, dan inilah beberapa lagu hasil kolaborasi saya bersama teman-teman.

Selasa, 03 Februari 2015

SEBUAH FASE PENCARIAN

Ada sekitar lima belas menitan lah si Liduel bongkar-bongkar laci mainan. Pas ditanya “de nyari apaan sih? Dari tadi sibuk terus?”, kata saya. Trus dia jawab “Tor Blade aku (sejenis gasing mainan) mana? Kok ga ada?”, kata dia dengan wajah sedih. “coba cari di kamar ibu, kemaren kan dede mainin disana”. Trus dia lari ke kamar ibu saya. Tak lama dia teriak kegirangan “naaaaah ketemu a”, seru dia dengan wajah yang sumringah.

Sambil menyaksikan si Liduel yang sedang asik mainin Tor Blade-nya, ga tau kenapa saya jadi mikir tentang sebuah fase pencarian disepanjang hidup saya. Mikirin tentang apa sih yang sedang saya cari? Apa saya akan sesenang si Liduel kalo saya udah nemu apa yang saya cari? Dan pencarian saya akan berakhir dimana? Kapan persisnya saya akan berhenti mencari? Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepala saya seiring dengan gasing si liduel yang terus berputar.

Rabu, 28 Januari 2015

BERNYANYI BERSAMA LIDUEL

Saya mau posting lagu baru, hasil kolaborasi saya dengan Liduel. Namun sebelum mendengarkan lagunya, saya mau ceritain dulu siapa itu Liduel dan kenapa saya tertarik untuk nyanyi bareng dia di lagu ini. Ehm cek mic 1 2 3 1 2 3....

Liduel itu nama seorang anak yang usianya baru menginjak usia tiga tahun jalan empat lah ditahun ini. Dia ini anak tetangga rumah saya. Anaknya lucu, pinter, super aktif dan badung. Dia ini hiburan keluarga saya di rumah yang sangat kami sayang (berpelukaaan). Mekipun usianya baru tiga tahun tapi Liduel ini udah sekolah dan udah bisa baca, bisa ngitung, bisa baca ayat, hafal pancasila, dan bisa nyanyi apa saja. Dari mulai lagu Romaria dengan kucing meong-meongnya itu, lagu Tulus, sampai lagu Barefood, si band indie rock kebanggaan Jakarta dan sekitarnya itu. Bahkan Liduel bisa ngikutin lagu The Vaccines yang judulnya Weirdo, dengan liriknya yang gawat. Duh jadi ngerasa bersalah. Maafkan aku Liduel karena mengenalkan lagu itu sama kamu. Sekarang balik lagi kamu dengerin lagu kucing meong-meong aja ya.

Liduel akrab dengan semua bentuk nyanyi-nyanyian. Selain karena tiap hari minggu dia nyanyi di gerejanya, di sekolah, dan di rumah saat ngerjain PR pun dia terbiasa untuk bernyanyi. Misalnya ketika dia ditanya. “Liduel empat ditambah tiga berapa jumlahnya?”. Lalu dia akan bernyanyi “empat di mulut, tiga di jari, setelah empat....lima enam tujuh” (sambil dia menghitung jarinya). Dengan semangat dia menjawab “tujuuuuuh”. Ketika nonton kartun pun biasanya karena dia agak susah menangkap alur cerita yang ditontonnya, maka fokus dia hanya ke lagu awal ketika film dimulai dan lagu di akhir film.

Meskipun begitu, setiap dia nonton Naruto misalnya, dia selalu ngerasa kalau dia itu Naruto, dan ketika dia nonton Ultraman selalu ngerasa kalau dia itu Ultraman. Bisa dirumuskan jika tiap hari senin sampai jumat itu dia selalu ngerasa kalau dia itu Naruto, nah sabtu dan minggunya dia jadi Ultraman. Bahkan tidak jarang juga di hari-hari tertentu dia suka ngerasa kalau dia itu si Galang dalam serial GGS (ganteng-ganteng serigala). Sampai pernah suatu hari sekitar jam delapan malem lah dia ngelolong aja gitu depan rumah kaya serigala. Pas dibuka pintunya saya tanya “ada apa Liduel?”, dia jawab dengan nada marah “aku bukan Liduel, aku si galang tau. auuuu”. Saya : -__-

Namun jangan terkecoh sama lucunya si Liduel dulu, soalnya dia kalo ngambek lumayan serem juga. Terbukti dengan adanya gelas + piring yang pecah, pintu kamar mandi yang rusak karena dia tendang, dan satu buah buku punya pacar saya (eh mantan maksudnya) yang disobek sama dia pas ngambek. .............Buku itu ya? *tiba-tiba galau*

Diam beberapa menit inget buku pacar (eh mantan) yang belum dibalikin. *mikir* balikin jangan ya? Kalo dibalikin ntar....tapi kalo ngga dibalikin......kok jadi kesana ya bahasnya?

Ngambil HP, buka whatsapp. “eh buku kamu masih ada di aku, ntar aku anterin ya”
*satu jam belum dibales*
*sehari kemudian belum dibales juga*
*tiga hari belum dibales juga*
*mau nelpon* .............

Balik ke si Liduel. (part masalah buku yang tadi jangan dibaca)

Nah si Liduel ini meskipun bandel tapi pinter banget. Salah satu bakat yang dia punya ya nyanyi itu tadi. Dari sekian lagu yang dia nyanyikan ada satu lagu yang dia nyanyikan dan sempat saya rekam di HP saya. Cerita kenapa si Liduel ikutan nyanyi di HP saya itu tadinya ga sengaja kerekam. Tapi karena udah nanggung jadi diterusin aja pake suara dia. Jadi ceritanya itu saya lagi ngerekam lagu baru saya yang masih mentah di HP biar ga lupa. Kebiasaan itu udah saya lakuin dari tahun 2010an lah kalo ga salah. Tiap dapet nada dan lirik yang menurut saya bagus, saya selalu ngerekamnya biar ga lupa. Salah satunya lagu ini. Nah pas saya ngerekam lagu datenglah begundal satu ini ikut rekaman. Rekaman dalam artian bukan di studio besar dan mahal ya, tapi di HP sederhana punyaku ini, yang selain untuk diejek juga berfungsi untuk ngerekam lagu. Meskipun sepi ga ada yang ngewhatsaap atau yang ngeline. *jadi kepikiran balesan whatsapp tadi* kenapa belum dibales ya?

Duh daripada kesana mulu, silakan klik foto dibawah untuk mendengarkan lagu saya bareng si Liduel ini. Foto diambil pas proses saya ngerekam lagu. Gitar yang saya gunakan buat mengiringi lagu diambil si Liduel buat pose, lalu saya jepret pake HP saya yang sepi nunggu balesan whatsapp tadi. Yah kesana lagi kan. Yaudah deh selamat mendengarkan lagunya. *klik

Graciaz Brigh


Senin, 10 November 2014

Selasa, 18 Februari 2014

Sabtu, 21 September 2013

Kamis, 13 Juni 2013