Selasa, 18 Agustus 2015

PAMERAN KANDANG KOBOY

Pameran pertama yang saya ikuti seumur hidup. Diinisiasi oleh 133CGNDWH Public Space, dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan republik Indonesia yang ke 70. Atau mungkin dalam rangka mengada-ada aja biar pada kumpul dan berkarya bareng.

gambar sketsa awal

Sabtu, 13 Juni 2015

RENTETAN REPETISI DUA SISI KOLABORASI


Skip soal judul diatas yang entah akan kemana arahnya dengan menambahkan kata repetisi. Tapi yang jelas dengan menggaris bawahi kata kolaborasi, saya menemukan suatu energi positif ketika membuat sesuatu yang bolehlah kiranya itu disebut karya. Lepas dari dan atas nama waktu luang sampai bisa terciptanya sebuah karya yang saya atau dalam hal ini menjadi kami buat, saya selalu senang mendapat masukan dari siapapun atas karya saya. Selain itu juga bisa mendapatkan angle lain dari karya saya, dalam hal kekhasan lain selain kekhasan saya untuk kemudian dikombinasikan dalam sebuah kolaborasi. Memang masih sebatas musik kamar, atau dalam istilah yang saya buat membuat lagu males-malesan, karena pada prakteknya juga tidak butuh effort lebih seperti musisi "beneran" ketika membuat lagu. Saya percaya dan menyukai semua yang spontan, apa yang saat itu terpikir dan hajar saja. Soal hasil? toh saya tidak terbebani apapun, apalagi sampai punya tekanan jika lagu yang saya buat harus disukai banyak orang.

Beberapa lagu ini saya upload di akun soundcloud saya. Setidaknya ada empat orang yang bersedia berkolaborasi dengan saya, dari mulai sahabat saya Eko yang menantang saya bikin lagu rock, dengan distorsi dan pattern gitar yang dia buat. Lalu ada Ebbie yang dengan kekhasan suara ala The Ocean Blue, atau so called indiepop, yang membuat lagu saya menjadi lebih "ngepop" dengan suaranya. Ada juga Liduel, anak berusia 3 tahun yang paling lucu dan pintar sepengetahuan saya. Dia bernyanyi mengikuti arahan saya ketika saya iseng merekam lagu baru pake HP. Terakhir ada Megumi, yang dengan kekhasan suaranya bisa membuat lagu sederhana saya menjadi selangkah lebih punya isian yang "melenakan". Atau entah apa kata ganti yang pas untuk "melenakan". Yang jelas lagu dengan durasi satu menit kurang enam detik yang dia nyanyikan bisa membuat saya kagum walaupun dia tidak bernyanyi se"powerfull" Agmo misalnya. Kok mesti Agmo sih? skip soal itu, dan inilah beberapa lagu hasil kolaborasi saya bersama teman-teman.

Rabu, 28 Januari 2015

BERNYANYI BERSAMA LIDUEL

Saya mau posting lagu baru, hasil kolaborasi saya dengan Liduel. Namun sebelum mendengarkan lagunya, saya mau ceritain dulu siapa itu Liduel dan kenapa saya tertarik untuk nyanyi bareng dia di lagu ini. Ehm cek mic 1 2 3 1 2 3....

Liduel itu nama seorang anak yang usianya baru menginjak usia tiga tahun jalan empat lah ditahun ini. Dia ini anak tetangga rumah saya. Anaknya lucu, pinter, super aktif dan badung. Dia ini hiburan keluarga saya di rumah yang sangat kami sayang (berpelukaaan). Mekipun usianya baru tiga tahun tapi Liduel ini udah sekolah dan udah bisa baca, bisa ngitung, bisa baca ayat, hafal pancasila, dan bisa nyanyi apa saja. Dari mulai lagu Romaria dengan kucing meong-meongnya itu, lagu Tulus, sampai lagu Barefood, si band indie rock kebanggaan Jakarta dan sekitarnya itu. Bahkan Liduel bisa ngikutin lagu The Vaccines yang judulnya Weirdo, dengan liriknya yang gawat. Duh jadi ngerasa bersalah. Maafkan aku Liduel karena mengenalkan lagu itu sama kamu. Sekarang balik lagi kamu dengerin lagu kucing meong-meong aja ya.

Liduel akrab dengan semua bentuk nyanyi-nyanyian. Selain karena tiap hari minggu dia nyanyi di gerejanya, di sekolah, dan di rumah saat ngerjain PR pun dia terbiasa untuk bernyanyi. Misalnya ketika dia ditanya. “Liduel empat ditambah tiga berapa jumlahnya?”. Lalu dia akan bernyanyi “empat di mulut, tiga di jari, setelah empat....lima enam tujuh” (sambil dia menghitung jarinya). Dengan semangat dia menjawab “tujuuuuuh”. Ketika nonton kartun pun biasanya karena dia agak susah menangkap alur cerita yang ditontonnya, maka fokus dia hanya ke lagu awal ketika film dimulai dan lagu di akhir film.

Meskipun begitu, setiap dia nonton Naruto misalnya, dia selalu ngerasa kalau dia itu Naruto, dan ketika dia nonton Ultraman selalu ngerasa kalau dia itu Ultraman. Bisa dirumuskan jika tiap hari senin sampai jumat itu dia selalu ngerasa kalau dia itu Naruto, nah sabtu dan minggunya dia jadi Ultraman. Bahkan tidak jarang juga di hari-hari tertentu dia suka ngerasa kalau dia itu si Galang dalam serial GGS (ganteng-ganteng serigala). Sampai pernah suatu hari sekitar jam delapan malem lah dia ngelolong aja gitu depan rumah kaya serigala. Pas dibuka pintunya saya tanya “ada apa Liduel?”, dia jawab dengan nada marah “aku bukan Liduel, aku si galang tau. auuuu”. Saya : -__-

Namun jangan terkecoh sama lucunya si Liduel dulu, soalnya dia kalo ngambek lumayan serem juga. Terbukti dengan adanya gelas + piring yang pecah, pintu kamar mandi yang rusak karena dia tendang, dan satu buah buku punya pacar saya (eh mantan maksudnya) yang disobek sama dia pas ngambek. .............Buku itu ya? *tiba-tiba galau*

Diam beberapa menit inget buku pacar (eh mantan) yang belum dibalikin. *mikir* balikin jangan ya? Kalo dibalikin ntar....tapi kalo ngga dibalikin......kok jadi kesana ya bahasnya?

Ngambil HP, buka whatsapp. “eh buku kamu masih ada di aku, ntar aku anterin ya”
*satu jam belum dibales*
*sehari kemudian belum dibales juga*
*tiga hari belum dibales juga*
*mau nelpon* .............

Balik ke si Liduel. (part masalah buku yang tadi jangan dibaca)

Nah si Liduel ini meskipun bandel tapi pinter banget. Salah satu bakat yang dia punya ya nyanyi itu tadi. Dari sekian lagu yang dia nyanyikan ada satu lagu yang dia nyanyikan dan sempat saya rekam di HP saya. Cerita kenapa si Liduel ikutan nyanyi di HP saya itu tadinya ga sengaja kerekam. Tapi karena udah nanggung jadi diterusin aja pake suara dia. Jadi ceritanya itu saya lagi ngerekam lagu baru saya yang masih mentah di HP biar ga lupa. Kebiasaan itu udah saya lakuin dari tahun 2010an lah kalo ga salah. Tiap dapet nada dan lirik yang menurut saya bagus, saya selalu ngerekamnya biar ga lupa. Salah satunya lagu ini. Nah pas saya ngerekam lagu datenglah begundal satu ini ikut rekaman. Rekaman dalam artian bukan di studio besar dan mahal ya, tapi di HP sederhana punyaku ini, yang selain untuk diejek juga berfungsi untuk ngerekam lagu. Meskipun sepi ga ada yang ngewhatsaap atau yang ngeline. *jadi kepikiran balesan whatsapp tadi* kenapa belum dibales ya?

Duh daripada kesana mulu, silakan klik foto dibawah untuk mendengarkan lagu saya bareng si Liduel ini. Foto diambil pas proses saya ngerekam lagu. Gitar yang saya gunakan buat mengiringi lagu diambil si Liduel buat pose, lalu saya jepret pake HP saya yang sepi nunggu balesan whatsapp tadi. Yah kesana lagi kan. Yaudah deh selamat mendengarkan lagunya. *klik

Graciaz Brigh


Senin, 19 Januari 2015

POP SONG

Lagu lumayan iseng saya yang tercipta berdasarkan keinginan membuat lagu cinta yang unyu gimana (a nya tiga kali) gitu (u nya tiga kali) (baca: gimanaaa gituuu), dengan ngambil sudut pandang yang sederhana tentang jatuh cinta. Tidak selalu karena fisik, toge pasar, atau hal klasik seperti "dia orangnya baik dan perhatian", tapi di lagu ini perasaan jatuh cinta itu muncul ketika keduanya punya persamaan selera soal musik, dan bisa berbicara tentang musik sampe semalaman gitu lah di telepon.

Berhubung suara saya ga bagus-bagus amat (baca: jelek), jadi saya mempersilakan teman saya Ebbie Joni yang bersuara melendoy khas pop itu untuk bernyanyi, dan saya bantuin main gitar. Lagu ini rencananya mau dimasukin ke album Clubwater, sebuah band yang tak kalah melendoy dari suara Ebbie tadi. Tapi ga tahu ga tempe juga sih, gimana moodnya aja. Yang penting jangan galau, dan harus selalu ceria dan bergembira. Horeeey (mulai ga jelas, maafkan)

(klik gambar untuk mendengarkan lagunya)


Kamis, 14 November 2013

GALAXY TREE

Lagu ini dibuat udah sekitaran setahun yang lalu lah ada kayaknya. Secara teknisnya saya buat sendiri lirik dan nada lagunya. Lalu mentahnya saya rekam di hp, terus dikasih denger ke Ebbie, Vocalis saya di tamankota. Ebbie suka materi lagunya, trus punya ide buat jadiin materi lagu ini di mini album tamankota ntar. Dan latihanlah kita berempat (tamankota) bawain lagu ini. Beres bikin aransemen, maka step berikutnya adalah merekamnya. 

Ega ngerekam drumnya duluan di studio om Joy. Beres tracking drum, materinya dibawa ke  tempat Jamil buat ditambahin aransemen gitar, bass, dan aransemen lainnya. Sampai kemudian tamankota akhirnya vakum buat sementara waktu, materi lagu ini terbengkalai tanpa vocal. Jadi secara aransemen musik udah hampir beres, tapi belum diisi vocal oleh Ebbie. 

Nah atas nama iseng dan kebanyakan waktu luang, materi lagu yang belum ada vocalnya ini saya bawa ke tempatnya Eko, temen saya (Echo Room Record) buat dikasih vocal oleh saya sendiri. Lalu rekamanlah saya di tempat Eko. Seperti biasa rekaman di tempat Eko itu selalu menyenangkan, walaupun kali ini ga tenis meja dulu. hahaha.

Dan ya gitulah ceritanya. Silahkan dengarkan disini
(klik gambar untuk mendengarkan lagunya)

http://soundcloud.com/wenkywiradi/galaxy-tree

Rabu, 23 Oktober 2013

Echo Room Records (belajar bikin lagu rock) part 2

Ceritanya gini. Eko mention ke saya trus bilang gini, "wenk ieu urang aya lagu anyar, tapi can di pokalan. Ka imah nya, skalian tenis meja". Saya awalnya males, tapi karena diiming-imingi tenis meja, akhirnya saya mau juga. Musiknya udah jadi dari awal sampe akhir, jadi saya tinggal kasih lirik dan pokalnya doang. Kalo musiknya terdengar bagus, itu berati karena Eko. Pas ditambah lirik dan pokal malah jadi jelek, bisa jadi itu gara-gara saya. Maap ya Ko, abisnya ngajak tenis meja sih, jadi kan getting high tea. hahaha. Lagunya masih ngerock gituh. Rock apalah ga tau juga kak. Cape deh nyanyinya. Ampun deh kak. Dengerin aja sendiri. Crot.


(klik gambar untuk mendengarkan lagunya)

Kamis, 03 Oktober 2013

Echo Room Records (belajar bikin lagu rock)

Ceritanya lagi belajar bikin lagu rock. Masih dalam projek Echo Room Records. Kendalanya, mesti take vokal berulang-ulang. Gila cape juga ya teriak-teriak. Ya gitu aja paling, klik gambar untuk mendengarkan

Sabtu, 31 Agustus 2013

KENAPA HARUS MEMBACA BUKU FRAGMEN?

Kenapa harus membaca buku Fragmen?

Ga harus baca juga sih sebenarnya. Kalaupun ada yang diharuskan, lebih kepada harus membelinya. Kenapa harus membeli? Mungkin satu-satunya alasan yang masuk akal, agar saya dapat uang dari itu. Hehe.

Hehe dalam artian setengah bercanda, yang padahal memang tujuan saya menulis ini adalah sebagai bentuk usaha agar buku saya dibeli. Tujuan saya rilis buku ini juga agar dibeli. Dalam konteks berjualan, mungkin hal yang pertama saya pikirkan adalah bagaimana caranya agar menarik orang untuk membeli buku ini. Tentang dibaca atau ngga nya mungkin itu akan menjadi bonus saja buat saya sebagai orang yang menulis di buku ini.

Dua paragaf awal yang seperti satir yang menertawakan diri saya sendiri tentang betapa dangkal jika sebuah buku yang nota bene-nya adalah hasil dari pemikiran, perasaan, dan daya hayal, yang jika tidak keberatan boleh saya artikan sebagai bentuk karya seni yang saya buat, jadi dikerdilkan artiannya menjadi sebuah barang dagangan yang saya jual.

Kamis, 22 Agustus 2013

ECHO ROOM RECORD VOL 2

Dengan agak bangga, mempersembahkan sebuah projek iseng yang kedua kalinya. Dengan atas rahmat Tuhan YME dan kebaikan sodara Eko, selaku yang memfasilitasi saya merekam lagu-lagu geje inih. Maka lahirlah deretan lagu berikut. Silahkan kalau mau dengar. Kalau ngga mau, ya gapapa gamama juga. Viva la DIY

1. Bunga
2. Like a Lennon say
3. Strobery 

(klik judul lagu untuk mendengarkan)

Jumat, 05 Oktober 2012

Apa itu buku RUBIK?

Rubik itu adalah nama judul buku pertama saya. Dibuat di pertengahan tahun 2012 ini, dan diterbitkan melalui situs www.nulisbuku.com
Untuk lengkapanya baca disini

Buku ini juga dimuat/di review oleh BerisikRadio silahkan Baca disini

Review oleh saudara Bobbie Rendra baca  disini
(jujur review nya lebih bagus dari bukunya itu sendiri hahaha :p)

Sedikit obrolan tentang buku rubik di Halimun zine baca disini 

Sabtu, 23 Juni 2012

Echo Room Record

Jadi ceritanya saya itu sedang merealisasikan keinginan saya bikin solo mini album saya. Kebetulan ada temen saya yang baiiiiiiik banget mau bantuin saya dengan meminjamkan kamar dan komputernya untuk saya rekaman.

Ini dia video rekaman kaleng, agak burem sih gambarnya...maapkan atas segala keterbatasan kami. Hah? kamiii??? iya saya..


 Adapun hasil Lagu-lagunya  bisa cek disini 

Sabtu, 26 Mei 2012

RUBIK (sample buku saya nanti)


Sebuah rubik akan selesai dimainkan. Maka tersusunlah barisan warna dan bentuk yang tertata rapih dan sama di tiap sisinya. Tapi dilema dan perang cambuk logika ada diantaranya, menjadikannya sesuatu yang kompleks. Mengutak atik persepsi, mengikuti atau membantah nalar. Apa ini akan berakhir dengan susunan warna dan bentuk yang seharusnya?
Seharusnya seperti apa? Bukannya tiap orang punya cerita dan cara yang berbeda? Maka bebas saja. Menjadi pemilik semua barisan derap langkah setiap nalar yang keluar, menguasai persepsi, akan kemana membawa ini, dan akan seperti apa rubik ini dimainkan.

Nah jadi ceritanya saya itu lagi nyari beberapa orang untuk memberikan testimoninya untuk buku saya ini, kalo mau silahkan kirim email ke wenkywiradi@gmail.com nanti saya kasih sample bukunya :)

Thanks

Minggu, 11 Desember 2011

#2 LA ('Handphone' EP)


Do re mi fa sol si do'. lalu diulangi lagi Do re mi fa sol si do'. Dan masih melupakan satu nada itu.
nada apa? kata siapa kepada siapa. Nada La, kata siapa kepada siapa.

Hey bagus juga jika itu dibikin lagu, kata siapa kepada siapa yang kebetulan adalah saya. Maka dibuatlah lagu ini. lagu yang berjudul La, yang adalah suatu diskriminasi terhadap nada La oleh nada lainnya. Kalau dalam versi berlebihannya, La adalah saya atau siapapun itu yang tersingkir oleh major. Tapi tak mengapa, major hanyalah guyonan, meskipun terlihat serius. Dan saya adalah serius meskipun terlihat guyonan. Teka teki silang bergambar bikini belang-belang. kamuflase dari pengetahuan dalam pameran Dada dan selangkangan.

Senin, 05 Desember 2011

#1 Silly Dancing Rain ( 'Handphone' EP)

Menutup akhir tahun 2011 ini dengan sebuah EP (mini album) kedua saya, yang dibuat di tahun ini, setelah EP saya yang pertama ‘Go with the flow’. Dimana (insya Allah) album benerannya sendiri baru akan saya bikin tahun depan (insya Allah), dan diharapkan dengan kualitas sound yang lebih bagus dan alat rekam yang jauh lebih bagus juga. Semoga modalnya ada. Amiiinn.

‘Silly dancing rain’ ini adalah list lagu pertama di EP yang kedua ini, yang saya kasih judul ‘Handphone’. Kenapa ‘Handphone?’ Karena semua lagu di EP ini direkam di sebuah hp jadul milik adik saya yang sudah ga kepake dan tergeletak begitu saja. Dan sayang kan? Kasian si pembuat hp ini. Ga mungkin dia buat hp ini tanpa ada fungsinya. Maka saya memfungsikan hp ini sebagai sarana saya untuk buat dan sekaligus merekam lagu. As simple as fuck.

Sabtu, 22 Oktober 2011

'Go With The Flow' e.p

Sebelumnya dengan segala kerendahan hati dan dengan keterbatasan saya dalam berpikir tentang apa yang akan saya tulis ini, saya minta maaf.

Saya ingin bercerita sedikit kenapa akhirnya saya memberanikan diri membuat e.p yang saya kasih judul ‘Go with the flow’ ini . Awalnya saya ngerasa minder dengan materi lagu yang saya punya, karena ini jauh dari ekspektasi kebanyakan orang tentang suatu karya musik yang bagus itu harus seperti apa. Dan mungkin pada kenyatannya, ini memang tidak sebagus dari ekespektasi orang tentang materi lagu/musik yang bagus. Tapi setelah berpikir semalaman yang panjang dengan suguhan TV yang masih menyuguhkan kepura-puraan, saya akhirnya sampai pada satu kesimpulan jika setiap orang berhak membuat suatu karya, baik itu anda, dia, atau siapapun, termasuk saya. Kenapa saya, anda atau siapapun berhak membuat suatu karya? Karena kita semua mempunyai rasa, pengalaman, dan daya hayal yang bisa kita tuangkan dalam bentuk seni yang ingin kita ceritakan dalam bentuk media apapun, salah satunya lewat musik.