Tanpa alasan yang jelas, dia lari dengan muka yang masih saja memancarkan ketakutan.
Aku pun mengejarnya, dan setelah lama aku mengejarnya, akhirnya aku berhasil meraih tangannya. “Siapa kau? kau kenal Elora?” tanyaku. Dia diam saja. “jawab, apa kau tau tentang Elora?” tanyaku lagi dengan sedikit membentak.
“Aku bukan hanya kenal, tapi AKULAH ELORA!! tokoh yang melarikan diri dari buku yang kau tulis itu”, jawab dia.
“Lantas kenapa kau lari ketika cerita itu belum aku selesaikan?”
“Aku tidak suka dengan tokoh yang aku perankan!!!”
“Apa maksudmu tidak menyukai tokoh yang kau perankan? Kau adalah tokoh yang menggabungkan halaman satu ke halaman lainnya, kau tidak punya pilihan selain kembali memerankan peranan itu, agar aku bisa menyelesaikan ceritanya. Kau tidak bisa jadi seorang penakut seperti itu. kau….” belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, tiba-tiba Elora menjawab.
Home


