Jumat, 21 Juli 2017

MENYAKSIKAN COBOY DILAGA GENG MOTOR

Judul diatas muncul diantara sekian banyak reaksi tentang Iqbal, sang personil Coboy Junior (sekarang berubah nama menjadi CJR), yang memerankan tokoh Dilan. Seorang tokoh dalam novel best seler karya Pidi Baiq yang hendak difilmkan. Sebagian besar melayangkan protes terhadap Pidi Baiq, yang menuliskan karakter Dilan dengan image bad boy nya itu. Apalagi sebelumnya Pidi Baiq pernah berkata jika dia akan memilih langsung pemeran Dilan, dan akan bertanggung jawab penuh dengan pilihannya. 

Dilan yang Pidi tulis dalam novelnya itu tercitrakan sebagai seorang anggota geng motor yang urakan, rebel, tukang berantem, namun juga lucu dan unik. Terlebih ketika Dilan menyukai seorang perempuan teman sekolahnya bernama Milea. Sedangkan Iqbal kadung tercitrakan sebagai typical anak manis, anggota boyband, yang tidak ada sedikitpun punya aura rebel, seperti karakter Dilan dalam novel Pidi Baiq itu. Perbedaan karakter ini menjadi kontras, sehingga para pembaca novel Dilan yang berekspektasi tinggi terhadap gambaran sosok Dilan kecewa, dan melayangkan protes.

Selasa, 08 September 2015

SENANGNYA FOTO BARENG BULE

Seorang teman pernah bercerita kepada saya tentang pengalamannya melihat Pidi Baiq (seorang penulis, seniman, ayah bagi ratusan ribu followernya di twitter) membagi-bagikan mie instan di sebuah terminal bus di Bandung. Uniknya Pidi membagi-bagikan mie instan tersebut dalam rangka menjadi juru kampanye Barrack Obama, pada pemilihan presiden Amerika waktu waktu itu. Dengan cengirannya khas nya ( menurut cerita teman saya) Pidi tak lupa bilang “pilih Obama ya”, setiap kali dia membagi-bagikan mie instan di terminal bus tadi. 

Hal yang lebih kurang sama dengan apa yang menjadi ramai diperbincangkan belakangan ini, ketika dua utusan terhormat dari Indonesia jadi bagian kampanye Donald Trump, pada pemilihan presiden kali ini. Memang tidak secara langsung ada menjadi tim kampanye pak Donald tersebut. Tapi apa yang dilakukan dua orang utusan terhormat tersebut mengingatkan saya pada cerita tentang Pidi Baiq tadi. Keduanya melakukan hal yang sama-sama sia-sia. Bedanya Pidi dengan semua kewarasannya melahirkan kegilaan, yang dia sadari dan menjadikan itu sebuah bentuk satir dari respon dia melihat disekitarnya. Sedangkan dua utusan terhormat negeri ini dengan semua kewarasannya (atau mungkin lupa) menggunakan anggaran negara untuk sekedar berbagi foto selfie dengan pak Donald.

Selasa, 06 Januari 2015

KLASIK : KALAU JODOH GA KEMANA

Klasik. Kenalan, punya interest yang sama, ngobrol tanpa jeda, dan ngerasa banyak banget persamaan diantara keduanya. Lalu mulai ngerasa nyaman dan jadian. Siklus yang akan ditemui dihampir semua orang yang akhirnya berpasangan. Kecuali dalam cerita FTV yang selalu diawali dengan ribut kecil perihal ketabrak bajaj sampai rebutan cenderamata ketika berlibur di Bali atau Jogja misalnya.

Dalam cerita yang saya alami, perkenalan itu lebih sederhana tanpa harus ada adegan nabrak atau rebutan cenderamata tadi. Biasanya diawali dengan lingkaran pertemanan yang sama, “eh kamu temennya si anu kan ya? Suka indiepop juga? wets keren”. Lalu kemudian ada pertemuan, pendekatan, dan kemudian ada pernyataan (nembak). Masa-masa dimana semua obrolan terasa nyambung dan ada dirotasi yang sama seperti apapun itu, sekecil apapun itu. Dari sana mulai muncul ekspektasi kalo dia yang dicari selama ini.

Rabu, 17 Desember 2014

UNTUK SYAHRINI, JANGAN MAU KALAH DENGAN ASHANTY

Mba Syahrini yang cetar membahana, saya adalah penggemar berat anda. Begitu juga dengan keluarga saya di rumah. Rasanya tidak lengkap jika dalam satu hari kami sekeluarga tidak menyaksikan mba di TV. Baik itu acara gosip, iklan, acara musik pagi, bahkan acara mba syahrini sendiri (ekslusif bertajuk “Princess Syahrini” kalo ga salah) yang disiarkan salah satu TV swasta, berdurasi kurang lebih satu jam itu. Namun itu semua rasanya belum cukup bagi kami untuk bisa menyaksikan mba princess lebih lama lagi nongol di TV. Saya pikir mba musti, wajib memonopoli televisi seperti Anang-Ashanty kemarin.

Mba jangan mau kalah lah mba, saya tahu jika mba jauh lebih baik dari Ashanty. Celotehan dan gimmick-gimmick yang mba buat adalah inspirasi buat kami untuk bisa tersenyum memulai hari. Sedangkan Ashanty? Ah dia ga lebih baik dari mba. Mba jangan mau kalah pokoknya. Sudah cukup Ashanty ngambil mas Anang dari mba.

Mba kan bisa membuat acara semisal “Sehari Bareng Syahrini Memilih Tas Mewah Berkualitas”. Siarin secara langsung di TV, agar kita bisa teredukasi dengan tips n trik dari mba jika sedang berbelanja. Supaya kami jadi punya panduan untuk bahan lamunan kami. Soalnya kami cuma bisa ngelamunin barang-barang mewah yang hampir tiap hari mba pamerkan di akun sosial media mba, dan ditiap kesempatan muncul di TV. Tapi itu gapapa mba, kami cukup seneng lihatnya. Mba jangan berhenti ya buat pamer barang-barang mewah mba. Mba adalah sumber inspirasi kami.

Mba Syahrini jangan takut sama lembaga sensor di TV ya mba. Mba kan bisa bikin statemen jika negara ini memang sudah rusak, jadi buat apa ada acara yang bagus segala. Sudah nanggung basah gitu mba istilah sederhananya. Masyarakat kita kan konsumtif. Jadi mereka butuh idola yang bisa menggambarkan jika gaya hidup hedon selebriti itu adalah suatu bentuk hiburan yang menyenangkan. Lupakanlah romantisme acara TV 90an semisal Keluarga Cemara atau Si Doel Anak Sekolahan yang sok sederhana itu. Ah mba hidup kami ini sudah susah, masa kami ga boleh punya panduan buat bahan lamunan kami, seperti ikut merasakan bagaimana rasanya punya mobil lamborgitu eh gini. Kami butuh sosok mba untuk memberi gambaran visual dalam lamunan kami. Kalo kami disuguhi acara yang menjual kesederhanaan macam Keluarga Cemara, buat apa kami menonton televisi mba? Coba mba pikir, sehari-hari kan kami memang sudah seperti itu. Apa menariknya menyaksikan Ara berjualan opak?

Oh iya mba, jika mba ingin mendongkrak rating lebih tinggi lagi, mba ajak mas Syaiful Jamil aja mba. Sama seperti halnya mba princess, mas Syaiful adalah idola saya juga. Improvisasinya dalam mengolah kata-kata menjadi bentuk lagu sangat mengilhami saya sebagai musisi yang ga terkenal ini. Mas Syaiful itu jago banget dalam mengolah kata ke dalam bentuk lagu. Saya aja yang sengaja sekolah musik juga tidak sampai punya kemampuan kesana mba. Pokoknya mba princess dan mas Syaiful adalah perpaduan yang pas jika bikin acara reality show kaya Anang-Ashanty kemarin. Atau sekalian aja mba dan mas Syaiful pacaran. Setidaknya buat dongkrak rating lah kan lumayan. Yang satu norak kece, yang satu lagi selalu bikin saya jijik terkagum-kagum tiap kali lihat dia nyanyi.

Saya kasih judul ya mba. “INDAHNYA HIDUP BERSAMA RAJA DAN RATU CETAR MEMBAHANA”. Jadi konsep acaranya itu kaya seharian bareng kalian dari mulai bangun tidur, makan (jangan lupa makanannya harus yang enak dan mahal ya mba), milih pakaian buat manggug (jangan lupa disebutin merk-merk bajunya yang mahal), perawatan mobil, dan banyak deh. Pokoknya kasih kami tayangan sampah yang mendidik. Bagaimana tidak mendidik coba. Menayangkan mba baru bangun tidur kan sesuatu yang mendidik banget. Dari mulai ketika mba bangun tidur tanpa make up sampai mba dimake up dan ngasih tips and trik make up yang bener. Make up mba kan selalu terlihat menor natural dan cantik mba. Omongan temen saya yang bilang kalo muka mba dikerok maka akan ada bedak setebal 5 cm mah jangan didengerin ya mba. Temen saya mah emang gitu, sirik dia sama mba. Hehe..

Kalo kata Blur mah “so give me coffe and tv” gitu mba. Ini kopinya udah ada, tapi TV nya ga ada. Kalo kata Simelbi “siapa yang membutuhkan imajinasi jika sudah punya televisi”. Ini imajinasinya udah ada, tapi TV nya ga ada. Dan kalo kata Naif itu “menyenangkan punya televisi, lihat dunia yang berwarna-warni”. Ini TV nya udah ada, tapi esensinya yang ga ada. Apa saya jual aja TV saya ya mba? Kebetulan saya butuh aquarium. Zodiak saya kan aquarius, jadi feng shuinya bagus katanya kalo punya aquarium mba.

Duh saya jadi ngelantur. Maaf ya mba. Pokoknya ditunggu acara TVnya, jangan mau kalah sama Ashanty. Mba bisa selangkah lebih maju dengan menyiarkan proses jauh pra melahirkan a.k.a pas bikinnya. Tapi inget anglenya jangan miring.


*sembah sujudku pada kanjeng ratu*

Selasa, 07 Oktober 2014

ELORA

Tanpa alasan yang jelas, dia lari dengan muka yang masih saja memancarkan ketakutan.

Aku pun mengejarnya, dan setelah lama aku mengejarnya, akhirnya aku berhasil meraih tangannya. “Siapa kau? kau kenal Elora?” tanyaku. Dia diam saja. “jawab, apa kau tau tentang Elora?” tanyaku lagi dengan sedikit membentak.
“Aku bukan hanya kenal, tapi AKULAH ELORA!! tokoh yang melarikan diri dari buku yang kau tulis itu”, jawab dia.
“Lantas kenapa kau lari ketika cerita itu belum aku selesaikan?”
“Aku tidak suka dengan tokoh yang aku perankan!!!”
“Apa maksudmu tidak menyukai tokoh yang kau perankan? Kau adalah tokoh yang menggabungkan halaman satu ke halaman lainnya, kau tidak punya pilihan selain kembali memerankan peranan itu, agar aku bisa menyelesaikan ceritanya. Kau tidak bisa jadi seorang penakut seperti itu. kau….” belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, tiba-tiba Elora menjawab.

#NOWPLAYING

#NOWPLAYING adalah sebuah fitur menulis musik yang saya buat untuk media online KANALTIGAPULUH, tempat saya biasa menuliskan tulisan-tulisan saya tentang musik. Fitur ini menuliskan tentang intrepetasi isi lagu melalui sebuah opini, cerita mini, atau sebuah fiksi, yang mencoba menggali lebih dalam isi sebuah lagu. Jadi tidak seperti kebanyakan fitur menulis musik lainnya yang hanya menyoroti hal teknis musik saja, fitur nowplaying di KANALTIGAPULUH ini mencoba menggali lebih dalam lagi isi sebuah lagu untuk kemudian menuliskannya kembali, berdasar interepetasi penulis terhadap sebuah lagu. Karena lagu adalah sebuah cerita, dan musik adalah sebuah perasaan yang bisa didengarkan.

Kenapa dinamakan nowplaying?

Ada semacam tren di kalangan pengguna sosial media beberapa tahun lalu sampai sekarang, yakni dengan menuliskan tagar nowplaying ketika para pengguna sosial media itu sedang mendengarkan sebuah lagu. Tidak sedikit pula dari mereka yang memasang lagu sebagai bentuk “curhat colongan” atau ada satu hal yang ingin disampaikan secara tidak langsung melalui sebuah lagu.

Nowplaying seperti menggambarkan suasana hati atau perasaan mereka melalui sebuah lagu yang mereka tulis dengan tagar nowplaying (#nowplaying) tersebut. Dirasa cocok dengan tema yang akan dijadikan fitur di KANALTIGAPULUH ini, maka dipilihlah nama tersebut sebagai nama fitur terbaru dari KANALTIGAPULUH. Nowplaying adalah sebuah cerita yang mewakili perasaan lewat sebuah lagu yang dituliskan.

Silakan baca disini 

Kamis, 11 September 2014

PACARAN HEMAT, PACARAN SEHAT (BAGI DOMPET)

Dalam salah satu lagu The Adams ada lirik lagunya yang berbunyi seperti ini “.... aku kan berada di teras rumahmu, saat air engkau suguhkan dan kita bicara tentang apa saja”. Sederhana tapi terkesan manis dan romantis (ala indies?). Makanya lagu itu dikasih judul konservatif. Budaya ngapelin pacar yang cuma berkunjung ke rumahnya dan ngobrol ngalor ngidul di teras rumah sang pacar, sampai waktu beranjak malam, tepatnya pukul sembilan dan saatnya pulang, dengan ditandai gelas ketiga yang kosong melompong.

Sampai di rumah masih aja senyam-senyum sendirian inget yang tadi diobrolin di rumah sang pacar. Sedikit lelucon garing dan cubit-cubit manja gitu. Duh benar rasanya jika dunia milik berdua. Dan jika sudah seperti itu ingin rasanya merobek bukunya Felix yang bilang “udah putusin aja!”. Ah doi ga tau aja rasanya jadi pemilik dunia berdua itu seperti apa, dan ingin bales bikin buku yang judulnya “udah ‘jadiin’ aja!”

Lepas dari bukunya Felix, berikut adalah kiat pacaran hemat dan sehat (bagi dompet). Bagi yang lain? Ya gitu deh.

Selasa, 15 Juli 2014

Liebster Award Itu….?

Ehm check mic 1.. 2…1…2…3

Liebster award itu….?

Tau dah ah. Saya dapet itu dari temen di twitter, dengan blognya yang bernama AGYAPAH dot blogspot dot com. Pas dibaca-baca…katanya award ini semacam ajang silaturahmi sesama blogger gitu lah. Dengan award ini banyak blogger yang akhirnya jadi saling kenal satu sama lainnya…hhmmm agak ga penting juga sih. Hehe. Tapi demi merekatkan tali persaudaraan sesama blogger dan ditambah ada embel-embel rayuan “siapa tau dapet jodoh”, jadi yaudah deh saya ikutan aja. Kali aja ada yang mirip Daniela Andrade, Zooey Deschanel atau Chelsea Islan deh. Tapi kalo ga ada ya gapapa gamama juga lah. Toh yang paling penting itu kan bukan mirip siapa nya, tapi ada yag mau ga? nah itu… duh jadi sedih :(

Nah yang dapet award ini juga mesti Menuhin rules-nya juga. Kaya gimana rules-nya? Kaya gini nih…

Rabu, 09 Juli 2014

BEBERAPA JAM SEBELUM PILPRES

Tahun 2014 akan diingat sebagai tahun dimana politik bisa begitu menarik perhatian banyak orang di Indonesia, dibanding pemilu-pemilu sebelumnya yang dilewatkan dengan biasa saja (setidaknya untuk saya). Jika pada pilpres dulu pemenang dari bakal calon presiden telah diketahui/bisa diprediksi bahkan sebelum pemilu berlangsung, maka tidak dengan tahun ini, ketika dua pasangan calon presiden dan wakil presiden begitu sengit untuk sama-sama mengumpulkan suara terbanyak demi mengantarkan mereka jadi orang nomor satu di Indonesia. Bisa dibilang kekuatannya berimbang dan tidak bisa diprediksi siapa yang akan terpilih menjadi presiden Indonesia yang ke tujuh kelak.

Kamis, 13 Maret 2014

JAM MALAM KOTA BANDUNG DAN PENGARUHNYA

“Aku orang malam yang membicarkan terang// Aku orang tenang yang menentang kemenangan dengan pedang”

Penggalan lirik lagu yang berjudul Cahaya Bulan, karya Eross Chandra ini sedikit banyak bisa menggambarkan tentang hal yang belakangan ini ramai dibicarakan di Bandung. Yup benar, tentang jam malam di kota Bandung. Kenapa harus ada jam malam dan apa pengaruhnya pada warganya? yang dalam tulisan ini lebih dipersempit kepada para penggiat scene independen di kota Bandung, yang mencangkup musik dan youth culture creative di Bandung.

Bagaimana hal ini bisa berpengaruh kepada scene independen di kota Bandung dan berbagai youth culture creative disana?

Kamis, 30 Januari 2014

MUNGKIN SETAHUN LAGI

Sampai juga di hari ini. Ga mau diinget-inget juga sih. Tapi sialnya situs jejaring sosial buku muka selalu saja mengingatkan, dengan ditandai ucapan selamat ulang tahun dari beberapa orang teman. Padahal harusnya mereka ga bilang selamat, tapi bilang “ikut prihatin ya wenk”. Hehe

Dulu waktu kecil sih ulang tahun itu menyenangkan, mengingat di hari itu akan ada perayaan, yang berbanding lurus dengan banyaknya perolehan kado mainan yang beraneka ragam. Tapi sekarang menjadi menyeramkan, mengingat di umur segini, ketika ditiap tahunnya umur nambah terus, tapi hidup masih gini-gini aja.

Kamis, 19 Desember 2013

KARMA YANG BAIK

Apa yang pertama terlintas di pikiran kita jika mendengar kata karma? Mungkin kebanyakan dari kita berpikir jika kata karma hanya sebatas dengan artian sebuah pembalasan dari sesuatu yang buruk saja. Padahal sebenarnya tidak juga, karena karma juga bisa berartian baik sebagai pembalasan suatu kebaikan yang dilakukan. Seperti hal lainnya yang selalu mempunyai sinonim antonim sebuah kata dari hal apapun secara harafiahnya, maka karma juga seperti itu. Meskipun konteksnya masih sama-sama berasal dari hukum sebab akibat, dengan sebuah perumpamaan “apa yang kamu tanam, itu yang kamu tuai”.

Kamis, 12 Desember 2013

TULISAN DAN LAGU DI TAHUN 2013

Pertama, saya memang concern dengan sebuah kearsipan/pendokumentasian (khususnya musik dan literasi). Untuk hal ini (di Blog ini), konteksnya adalah tentang apa yang sudah saya buat, apa yang sudah saya capai, dan evaluasi dari apa yang sudah saya buat, apa yang masih kurang tentang hal teknis atau sudah sejauh mana saya memandang, yang di tahun depan harus saya perbaiki kalo masih ada kurangnya. Sok gini. hahaha. Jadi yagitu. Saya takut mati tak meninggalkan apapun kak. Jadi ya mudah-mudahan aja apa yang saya buat ini bisa bermanfaat. 

Kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab
Ketiga, persatuan Indonesia, dan seterusnya, yang kalo diterusian bakal garing. Jadi yaudah segini dulu. Selesai tidak selesai harus dikumpulkan. Dor Dor Dor.