Hampir jam sebelas malam, ketika batang rokok ini aku hisap bersamaan dengan jemari yang menari menulis sesuatu. Asap yang kutiup dari batang rokok yang kuhisap seraya menjauh pergi bersamaan dengan apa yang kulewati, yang kini jadi gambaran kenangan tentang masa lalu. Tentang banyaknya kekalahan, banyaknya kecewa, dan hal yang membuat aku jadi banyak mikir tentang apa yang aku lewati.
Mungkin cara terbaik menjalani hari adalah dengan membiarkannya begitu saja. Ga ngotot, ga terlalu berharap lebih, ga terlalu berambisi dan berekspektasi tentang bagaimana hari bisa terlewati. Semuanya pasti bakal ada waktunya dan sepadan dengan apa yang diperjuangkan. Kalau ga bisa dapat apa yang dipengen, mungkin karena memang bukan itu yang pantas untuk aku. Atau bisa juga itu memang buat aku, hanya waktunya saja belum tepat. Ga tau juga, terserah Tuhan aja lah, suka-sukanya Dia aja.
Home