Jumat, 11 Oktober 2013

SEMANGKOK RANDOM

Hampir jam sebelas malam, ketika batang rokok ini aku hisap bersamaan dengan jemari yang menari menulis sesuatu. Asap yang kutiup dari batang rokok yang kuhisap seraya menjauh pergi bersamaan dengan apa yang kulewati, yang kini jadi gambaran kenangan tentang masa lalu. Tentang banyaknya kekalahan, banyaknya kecewa, dan hal yang membuat aku jadi banyak mikir tentang apa yang aku lewati.

Mungkin cara terbaik menjalani hari adalah dengan membiarkannya begitu saja. Ga ngotot, ga terlalu berharap lebih, ga terlalu berambisi dan berekspektasi tentang bagaimana hari bisa terlewati. Semuanya pasti bakal ada waktunya dan sepadan dengan apa yang diperjuangkan. Kalau ga bisa dapat apa yang dipengen, mungkin karena memang bukan itu yang pantas untuk aku. Atau bisa juga itu memang buat aku, hanya waktunya saja belum tepat. Ga tau juga, terserah Tuhan aja lah, suka-sukanya Dia aja.

Rabu, 25 September 2013

LAKI-LAKI PEMALU (tantangan menulis random) part 2




DATAR (tantangan menulis random) part 1

Sebelumnya menulis itu tak pernah seperti ini. Tidak ada hal menarik yang bisa dituliskan. Kadang justru kesedihan, kekecewaan dan harapan yang terpatahkan bisa berbuah karya yang bagus, karena terlahir dari kegelisahan. Juga dengan kesenangan yang bisa berbuah karya yang menyenangkan dan menghibur. Tapi ketika tidak berada dikeduanya, maka jadi membosankan. Menjadi datar dan tanpa tujuan akan kemana membawa tulisan ini.

Aku pernah berujar kepada seorang kawan jika kehidupan setelah kehidupan di dunia akan menyenangkan, karena semuanya sudah berakhir dengan ditandai kehidupan baru nan abadi, yang semoga saja surga itu memang ada, dan aku berada di dalamnya. Semuanya ada disana, semua yang aku pinta akan tersedia. Tapi lalu kawanku berujar, kalau semua yang kita inginkan begitu mudah kita dapatkan, maka apa menariknya? Kehidupan yang abadi dengan semua kesenangan itu akan membosankan, menurutnya.

Rabu, 28 Agustus 2013

SIMPLE LIFE SIMPLE PROBLEM

Simple terdiri dari huruf s i m p l e, atau dalam bahasa Indonesia berarti sederhana, yang terdiri dari huruf s e d r h n a. Menuliskannya begitu mudah, bahkan oleh anak yang baru belajar menulis sekalipun. Namun ketika melakukannya, jadi hal yang tidak se-simple yang ditulis. Kenapa? karena mungkin merasa diri terlalu pintar untuk bisa berpikir simple, merasa diri terlalu hebat untuk bisa bersikap sederhana. Yang padahal kata simple ini adalah jawaban jika kita ingin pintar dan keren ketika mampu menjalaninya.

Terlalu banyak sangkalan dan sanggahan dari sejak suatu kalimat itu terucap, untuk kemudian dibantah dengan kalimat lainnya. Seperti “kenapa kamu block twitter aku? Kamu ngajak musuhan? Kamu ga mau kenal sama aku lagi? Kenapa hidup ini tidak adil, dengan tak satu orangpun yang peduli dengan aku, sampai kamu pun sudah tidak mau lagi kenal sama aku. Kenapa tuhan begitu jahat dengan dibiarkannya aku kesepian di timeline begini?!”. Ebuseet, dari twitter bisa sampai pada titik pemahaman kalo Tuhan itu jahat. Padahal simple sih, twit lo aja ganggu, makanya orang block.

[BUKAN] REVIEW KONSER METALLICA

Euforia konser Metallica kemarin masih terasa, bahkan oleh saya yang bukan penggemar Metallica sekalipun. Saya hanya tahu lagu-lagu Metallica hanya dalam hitungan jari saja. Tapi membaca sebuah tulisan dari seseorang yang entah siapa, tentang konser Metallica kemarin, membuat saya tertarik untuk pada akhirnya menulis ini. Kurang lebih tulisannya seperti ini. “konser metal yang sering dituduh musik setan, berjalan damai dan membahagiakan banyak orang. Acara ‘keagamaan’ malah menyebar kebencian dan meresahkan” (dalam hal ini, konser Metallica kemarin berbarengan dengan acara milad/ulang tahun ormas FPI di Jakarta).

Ga tahu kenapa tulisan itu membuat saya jadi berpikir tentang banyaknya kenyataan yang terbalik dari apa yang biasanya orang citrakan atau paradigmakan tentang sesuatu. Ketika musik dijadikan kambing hitam atas kerusuhan, ketika agama dijadikan sebagai alat untuk menebar kebencian, ketika nasionalisme semu yang sering diperagakan, dan banyak lagi lainnya.

TERIMA SAJA

Katanya karya yang baik itu adalah karya yang lahir dari sebuah keresahan. Atau juga hasil dari renungan panjang dan merangkumnya dalam beberapa bait lirik untuk sebuah lagu, jika konteksnya berbicara musik. Sampai pada satu titik, aku ada dalam satu keadaan yang agaknya sedikit tidak menyenangkan dengan sebuah kenyataan. Maka beberapa lirik berikut adalah yang meredakan semua keresahan itu. Seperti menemukan sebuah jawaban dan ‘puk-puk’ yang bijak dari si musisi idola yang aku dengar lagunya.

Jika Green Day punya kalimat sakti di lagu Good Ridance (time of yor life) nya. Maka Pure Saturday punya Elora dengan semua yang tertuang di dalam lirik lagunya. Atau hanya perlu kalimat “badai pasti datang, kita tak akan menang kenapa harus bimbang”, untuk tahu jika Koil adalah bukan sekedar band industrial rock saja. Otong lebih dari itu sebagai orang yang bertanggung jawab atas lirik jenius nan skeptis tapi fuck damn right itu.