Rabu, 01 Juli 2026

HIGHLIGHT BULAN MEI-JUNI 2026

Tadinya saya pikir menulis itu pekerjaan paling mudah. Tapi belakangan, menjadi yang paling susah dikerjakan. Padahal chatgpt dan claude siap membantu dengan semua kecanggihan yang mereka punya. Tapi anehnya, justru dengan semua kemudahan dan kecanggihan yang ditawarkan, kadang justru disitulah kenapa akhirnya menulis itu menjadi pekerjaan yang paling susah dikerjakan. Lebih tepatnya susah menemukan bentuk utuh dari sebuah tulisan.

Dulu, saya menulis karena suka, dan karena suka akhirnya menulis jadi mudah. Suka, mudah, dan penuh suka cita ketika melakukannya. Berbanding terbalik ketika itu akhirnya menjadi pekerjaan. Apalagi belakangan ini menulis sudah bukan lagi tentang apa yang saya suka, tapi tentang apa yang saya harus lakukan. Menulis tentang promosi, penawaran, branding, dan semua hal yang berhubungan dengan jualan dan citra yang ingin diperlihatkan perusahaan.

Tentu saja ini menjadi sesuatu yang munafik, ketika saya mengutuk apa yang saya kerjakan, tapi di sisi lain saya menerima upah dari apa yang saya kutuk ini. Dan disitulah kemudian menulis menjadi pekerjaan yang susah dikerjakan, karena kemudian saya menulis untuk orang lain, bukan untuk saya.

Tahun 2012 saya menulis sebuah buku tentang apa yang saya pikirkan, rasakan, dan semua daya hayal yang saya tuangkan dalam coretan-coretan apa adanya. Tanpa edit, tanpa berpikir apakah penulisannya benar atau apakah kaidah berbahasanya sudah baik dan benar. Tidak ada sama sekali. Bukan karena ingin tampil berbeda, tapi memang ilmunya belum nyampe kesana. Uniknya, buku itu malah direspon cukup baik. Bahkan seorang kenalan menjadikannya bahan untuk skripsinya. Belasan tahun kemudian ketika saya pikir ilmu dan kemampuan menulis saya sudah cukup baik dan meningkat, kemudian saya kehilangan kesenangan itu.

Satu-satunya tempat saya bisa menulis dengan apa adanya rasanya hanya di blog ini. Itu pun sayangnya belakangan ini jarang saya lakukan, karena intensitas pekerjaan yang padat, dan laptop yang biasa saya pakai untuk nulis rusak. Bukan apa-apa, rasanya aneh aja kalau saya menulis sesuatu di luar kerjaan menggunakan PC di kantor. Jadi selama laptop itu rusak, maka selama itu pula postingan di blog ini terbengkalai.

Sekarang mumpung laptop sudah diperbaiki, dan ada waktu luang untuk menulis sesuatu di blog, jadi saatnya mengingat apa yang sudah dikerjakan selama dua bulan ini, untuk kemudian dirangkum jadi sebuah highlight yang bisa dibaca lagi beberapa tahun ke depan, entah oleh saya atau anak anak saya kelak.

Rabu, 31 Desember 2025

HIGHLIGHT BULAN DESEMBER 2025

Bicara soal bulan Desember 2025, bisa dibilang hampir seluruh hari pada bulan itu dihabiskan di ITB Press Store, menemani dan menghidupi ITB Presstival 2025 yang berlangsung dari 3 sampai 22 Desember. Hampir satu bulan penuh, toko di Jalan Ganesha itu terasa seperti rumah kedua yang penuh orang, penuh cerita, penuh obrolan, dan penuh energi yang datang dari berbagai arah.

Rangkaian kegiatan dimulai dari bedah buku Dari Angka ke Kata. Lewat bedah buku ini saya kembali diingatkan bahwa belajar tidak selalu tentang cepat atau benar, tapi tentang cara berpikir dan menjelaskan. Lalu buku Panduan Bertahan Tumbuh di ITB  hadir sebagai teman empatik bagi mahasiswa baru yang membicarakan adaptasi, kesehatan mental, dan cara merawat diri di masa transisi. Sementara buku Dapur Rock N Roll karya Leon Ray Legoh membuka wajah kreativitas dari ruang yang berbeda: musik dan dapur. Dari tiga buku ini, saya menarik satu benang merah: tumbuh itu bukan tentang hasil cepat, tapi tentang berani menjalani proses dengan yang kita yakini.

Interview bareng Leon 'Koil'

Rabu, 29 Oktober 2025

HIGHLIGHT BULAN OKTOBER 2025

Bulan Oktober ini ada tiga hal menarik yang bisa dijadikan highlight, dari mulai liputan Pasar Seni ITB 2025 yang digelar dua hari pada tanggal 18 & 19 Oktober di Sabuga dan kampus ITB Ganesha, Market Day di sekolah Ammar, hingga kemudian menjelang akhir bulan Ammar main ke kampus ITB nemenin papa liputan arak-arakan wisuda ITB.

Soal Pasar Seni. Riuh acara ini sudah mulai terasa bahkan beberapa bulan sebelum acaranya berlangsung. Bukan tanpa alasan, karena kantor saya, ITB Press berkesempatan untuk berkolaborasi dengan Pasar Seni membuat official merchandise Pasar Seni. Karena sama-sama berkepentingan dalam mempromosikan produk merchandise ini, ITB Press lumayan gencar memberitakan tentang acara ini, dari mulai membuat podcast eksklusif dengan panitia Pasar Seni, hadir di tiga konferensi pers yang digelar panitia, hingga puncaknya, ITB Press media hadir untuk meliput acaranya. Cukup hectic, karena selain meliput saya juga dilibatkan (atau tepatnya melibatkan diri) untuk juga membantu tim marketing berjualan, dari mulai di Mobile Store di Sabuga, hingga di Campus Centre Barat yang dijadikan booth ITB Press pada hari H acara.

Sabtu, 04 Oktober 2025

HIGHLIGHT BULAN SEPTEMBER 2025

Jumpa lagi dengan saya si penulis males. Males kalau nulis gak dibayar lebih tepatnya hahaha. Tapi, lagi lagi karena menyadari betul jika bukan orang kaya yang akan mewariskan harta yang banyak untuk anak-anaknya, maka yang bisa saya lakukan adalah menulis cerita kehidupan sehari-hari di blog ini, agar kelak anak-anak saya membacanya. Dengan membaca ini mereka akan tahu seperti apa isi pikiran papa-nya, apa yang papa-nya lakukan, serta betapa papa-nya begitu mencintai mereka. Karena itulah, setiap bulannya saya menulis rangkuman cerita di blog ini. Bukan buat siapa-siapa, selain anak-anak saya. Tapi jika kebetulan anda nyasar ke blog ini, silakan dibaca jika berkenan. 

Bulan September ini rasanya yang ingin saya garis bawahi adalah tentang dinamika naik turun yang selalu hadir setiap bulannya. Rasanya dalam hidup ini saya tidak bisa lepas dari dinamika yang datang silih berganti. Ada kalanya kita merasa berada di atas, penuh semangat, dengan banyak hal yang seru terjadi. Namun ada pula masa ketika segalanya berjalan biasa saja, bahkan cenderung datar. Rasanya seperti naik turun gelombang, selalu ada ritme yang tidak bisa kita tolak. Agustus kemarin, misalnya, terasa begitu hidup dan penuh kejutan. Tetapi memasuki September, iramanya melambat, lebih tenang, seakan dunia meminta saya untuk sedikit beristirahat.

Meski begitu, September tetap menyimpan momen-momen yang berarti. Satu hal yang paling berkesan adalah ulang tahun Mama pada 15 September lalu. Si manusia terbaik di dunia itu semakin menua, semakin pilih-pilih makanan agar kondisinya tetap bugar, dan tentunya semakin rajin ibadah, karena dia sudah selesai dengan dunianya. Cita-citanya menjadi guru sudah dia tunaikan selama puluhan tahun, hingga kemudian dia pensiun dan tidak ada lagi yang dipikirkannya selain mengumpulkan bekal untuk 'pulang'. Menyeramkan jika menulis soal 'pulang', dan rasanya kapanpun hari itu tiba, saya tidak pernah siap untuk itu. Baik ketika saya yang mendapat giliran atau pun orang-orang terkasih yang duluan. Tapi lepas dari itu, semoga selama kami masih sama-sama bisa saling bergandengan, kami bisa selalu menguatkan satu sama lain.     

Nadja main air di kolam enin

Jumat, 05 September 2025

HIGHLIGHT BULAN AGUSTUS 2025

Sejauh ini (sampai bulan ke 8 tahun 2025) sepertinya bulan Agustus jadi bulan yang paling seru. Ada banyak kegiatan seru, baik itu soal kerjaan di kantor atau pun proyek di luar kantor. Membuka bulan Agustus ini dengan acara bedah buku “Dapur Rock N Roll” karya Leon ‘Koil’. Buku ini cukup spesial buat saya, karena dalam proses pembuatannya saya terlibat sebagai editor pengembang, dan sedari awal penulisan cukup banyak menghadapi dinamika naik turun, dari mulai pencarian penerbit, sampai menentukan kerangka karangan yang beberapa kali dirombak, hingga kemudian akhirnya rilis ke permukaan.

Selanjutnya, tanggal 2 Agustus, saya diundang untuk liputan launching buku “Angklung: Dari Tradisi ke Industri” Karya Pak Buky Wibawa. Sama seperti halnya buku “Dapur Rock N Roll”, di buku ini juga saya terlibat sebagai editor pengembang. Perilisan buku ini menarik karena dikemas dalam bentuk pertunjukan angklung yang melibatkan Saung Angklung Udjo.

Rabu, 06 Agustus 2025

HIGHLIGHT BULAN JULI 2025

6 Agustus 2025, pukul 3 lebih 27 menit. Niat hati ingin menuliskan rangkuman kegiatan bulan Juli yang cukup lama terbengkalai, namun pikiran terus mengudara memikirkan perkataan seseorang tentang rejeki yang sudah ditakar dari sejak kita berumur 4 bulan dalam kandungan. Menurutnya, sejak kita berumur 4 bulan dalam kandungan, Tuhan sudah tetapkan jodoh, umur, dan rejeki kita selama hidup. Rejeki yang sudah ditetapkan jumlahnya akan sama, tidak berkurang dan tidak bertambah satu rupiah pun, mau kita cari dengan rejeki yang halal atau haram, cara yang habis-habisan atau biasa saja (sesuai kemampuan), hasilnya akan sama saja.

Saya jadi membayangkan, ada orang yang setiap hari mencari rejeki dengan cara yang haram, namun rejekinya (baca: uang) melimpah. Bagaimana seandainya dia taubat, lalu mencari rejeki dengan cara yang halal, terus rejekinya masih melimpah, bahkan terus bertambah. Lalu saya membayangkan ada orang lainnya yang setiap hari selalu bersemangat menjemput rejeki dengan cara yang halal di jalan Tuhan, namun hartanya kerap terasa pas-pasan, bahkan sering juga terasa kekurangan. Bagaimana seandainya imannya goyah dan dia mulai terpikir mencari rejeki dengan cara yang haram? dia merasa capek menjemput rejeki dengan cara yang halal, lalu dia mulai melakukan pekerjaan yang jauh dari jalan Tuhan, dan sialnya hartanya masih saja sedikit.

Setelah dipikir lagi, ternyata banyak atau sedikit harta yang kita punya, hanya menjadi cara Tuhan memberi tahu kita tentang peran kita di dunia. Apakah peran kita dunia ini mau kita buat bermakna atau hanya jadi tempat mendapat kesenangan yang tidak seberapa. Memang berat ya menjalani hidup dengan sedikit harta, apalagi jika dihadapkan pada sebuah kalimat seperti ini “Papa pulang kerja bawa apa? Bawa hadiah gak buat aku? Sepeda aku rusak pa, boleh minta yang baru gak?”. Lalu sebagai seorang ayah kamu hanya berkata “Iya, sabar ya, nanti papa belikan”. Percayalah dibalik rengekan atau tangisan seorang anak yang gagal mendapatkan yang dia mau, ada hati seorang ayah yang sangat hancur karena gagal membahagiakan anaknya.

Rabu, 02 Juli 2025

HIGHLIGHT BULAN JUNI 2025

Membuka bulan Juni 2025 dengan podcast baru saya yang ditayangkan di Popstore TV. Awalnya, podcast ini digarap sendirian oleh Koh Yus, seorang 'scenester' aktif di skena musik 'indie' Bandung dan pernah menjadi manajer untuk duo elektronik Bottlesmoker. Koh Yus juga dikenal aktif dalam bisnis, termasuk Seni Kanji dan Popstore ini. Awalnya tawaran jadi host di podcast ini datang dari temen saya, Haris. Dalam rangka belajar jadi host - yang siapa tahu bisa dapat tambahan penghasilan selain dari menulis - saya mengiyakan tawaran Haris. Ditambah konsep podcast-nya juga soal musik. Beberapa waktu lalu teman saya yang lain, Hilman, pernah juga menawari saya jadi host podcast, tapi soal bola. Saya menolak waktu itu, karena saya gak ngerti bola haha. 

Selasa, 10 Juni 2025

HIGHLIGHT BULAN MEI 2025

Menuliskan rangkuman bulan Mei pada bulan Juni yang sudah menginjak tanggal ke sepuluh. Sangat telat dan hampir dilewatkan, andai saja saya tidak pernah berucap untuk konsisten menulis di blog ini, minimal satu bulan sekali. Tentu bukan tanpa alasan kenapa akhirnya ‘telat’ menulis rangkuman pada bulan ini. Bulan Mei jadi bulan yang berat, bahkan bisa dibilang yang terberat selama lebih kurang delapan tahun menikah, dengan semua dinamika yang terjadi. Tentu detailnya saya tidak tulis disini, karena meski blog ini sepi, tetap saja urusan yang sangat personal bukan untuk ditulis di blog. Intinya sih, waktu dan energi di hari hari akhir bulan Mei cukup terkuras untuk satu masalah ini.

“So make the best of this test, and don't ask why

It's not a question, but a lesson learned in time”

Gak tahu kenapa, setiap kali dilanda masalah, potongan lirik lagu "Good Riddance (Time Of Your Life)" dari Greenday ini selalu saja melintas. Rasanya Billy Joe benar kalau sebaik-baiknya menjalani test/ujian adalah dengan tidak bertanya kenapa. "Kenapa saya diuji? Kenapa saya dikasih cobaan? Padahal selama ini saya sudah banyak berbuat baik". Satu kata, ‘kenapa’, tapi bisa membuat kita jumawa dan merasa lebih baik dari yang lainnya. Padahal rasanya hidup memang untuk menjalani ujian. Nyatanya kita juga tidak pernah bertanya kenapa setiap kali menjalani ujian naik tingkat di sekolah. Guru-guru di sekolah perlu tahu seberapa pantas kita untuk naik kelas. Kita diuji, agar guru-guru yakin kalau kita pantas naik kelas.

Dua puluh tahun lalu saya pernah tidak naik kelas. Sebabnya, karena saya selalu menghindar setiap kali guru memberikan ujian. Sering sekali bolos sekolah, sehingga ketika ujian tiba saya panik karena tidak punya ilmu yang cukup untuk menjalani ujian. Padahal ujian hanyalah pengulangan dari apa yang pernah guru-guru ajarkan. Seharusnya ujian tidak sesusah dan semenakutkan itu, karena ujian hanya pengulangan dari apa yang sudah kita pelajari. Kalau kita hadir di kelas dan mengikuti semua mata pelajaran, maka ketika ujian tidak akan ada rasa panik, karena kita tahu harus melakukan apa. Rasanya tidak pernah ada ceritanya kelas 3 SD dikasih soal ujian kelas 5 SD. Semua sudah sesuai kapasitasnya. Rasanya ujian hidup pun seperti itu. Tidak ada ujian yang melebihi kapasitas kita. Semua sudah sesuai porsinya.  

Tentu saja dua paragraf di atas tidak langsung datang begitu saja, melainkan hasil dari kontemplasi diri ketika saya memutuskan untuk melihat masalah ini lebih dalam. Selayaknya manusia biasa yang punya banyak sekali keterbatasan, tentu awalnya saya panik dan bingung ketika dihadapkan pada ujian hidup. Bahkan sampai saat saya menulis ini, saya masih dilanda kepanikan dan kebingungan dengan masalah yang saya hadapi ini. Tapi satu yang pasti, saya tidak bisa menghindar dari ini. Saya harus melihat jauh lebih dalam lagi untuk menemukan jawabannya.  

Biasanya setiap bulan saya menulis rangkuman kegiatan di blog ini, dari mulai kegiatan bareng keluarga, sampai kegiatan di kantor. Bulan ini yang cukup jadi highlight adalah tentang kelulusan anak pertama saya, Ammar. Bulan depan dia sudah jadi anak SD. Selebihnya, kegiatan biasa di kantor, dari mulai liputan, menjadi host podcast, sampai merilis campus zine yang sempat tertunda pada bulan April lalu. Yang cukup berbeda mungkin karena bulan ini program podcast nambah satu, dengan konsep spesifik ngomongin bisnis berjudul "Growth Circle", yang nantinya akan dipandu oleh teman saya, Eggy. Disini saya bertugas jadi produser. Di luar kantor, rencananya bulan Juni juga saya akan mulai podcast dengan Popstore TV punya-nya Koh Iyus. Semoga lancar, Aamiin. 

Sesi foto wisuda Ammar

Selasa, 29 April 2025

HIGHLIGHT BULAN APRIL 2025

Masuk bulan April, selain tentunya merayakan momen lebaran yang menggembirakan, bulan ini dilalui dengan cukup banyak ‘perayaan’ kecil untuk merayakan hidup di tengah keterbatasan. Masih cukup banyak hal yang belum bisa diwujudkan memang, tapi sekecil apapun kesenangan agaknya perlu dirayakan, terlebih dengan orang terkasih yang akan dengan sukarela memeluk kita, seperti apapun keadaan kita.

Lebaran hari ke-enam, atau tanggal 5 April 2025, perayaan lebaran masih berlanjut dengan ditandai jalan-jalan ke playground bareng Ammar & Nadja. Lalu kemudian berlanjut mengunjungi rumah kakak ipar di daerah Dayeuh Kolot dan Cimaung. Nama daerah yang disebutkan terakhir agaknya cukup spesial, karena terletak di sebuah pedesaan yang masih cukup asri, hingga tidak jarang setiap berkunjung kesini sering mager. Saking 'mager'-nya bahkan pada saat itu kami memutuskan untuk menginap. Suasana pagi harinya sih yang memberi kesan spesial bagi saya. Asri dan sejuk. Sudah lama rasanya saya tidak merasakan bangun pagi semenyenangkan itu, di tengah kesibukan urusan pekerjaan setiap harinya. Hari itu, akhirnya bisa bangun pagi di tengah pemandangan yang asri dan tidak dibayangi suasana jalanan yang macet.

         

Rabu, 26 Maret 2025

HIGHLIGHT BULAN MARET 2025

Bulan Maret tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Seakan menjadi kekhasan setiap tahunnya, setiap kali bulan suci Ramadhan tiba rasanya semua pergerakan terasa selow haha. Entah karena faktor perut kosong, atau hal lainnya, tapi yang jelas aktivitas di bulan ini terasa begitu pelan, termasuk soal pekerjaan. Jika pada bulan sebelumnya, kegiatan cukup banyak diisi liputan di luar kantor, bulan ini tidak begitu banyak event yang bisa diliput.

Menyoroti soal kegiatan/aktivitas di kantor, terhitung hanya beberapa episode podcast ITB Press Show dan satu event yang digelar di ITB Press Store bulan ini. Meski begitu, hal tersebut tidak mengurangi keseruan menjalani bulan ini, karena baik itu dari podcast ITB Press Show atau pun event Pesantren Kilat Jurnalistik yang digelar oleh GenPi Jawa Barat, semuanya berhasil ngasih insight bermanfaat bagi saya pribadi. 


Rabu, 26 Februari 2025

HIGHLIGHT BULAN FEBRUARI 2025

Februari 2025 dipenuhi dengan berbagai kegiatan seru. Dimulai dari perayaan ulang tahun Nadja pada 4 Februari, yang dirayakan sederhana bersama keluarga dengan sarapan dan makan siang. Tanpa pesta besar, tapi tetap menyenangkan.

Jumat, 31 Januari 2025

HIGHLIGHT BULAN JANUARI 2025

Masuk bulan Januari 2025, tepatnya tanggal 4 Januari, saya sekeluarga mengawalinya dengan sarapan bareng di tengah sawah. Menyenangkan menikmati pagi bareng keluarga, dan soal makan di luar, sepertinya hal itu jadi lumayan rutin dilakukan belakangan ini. Hasilnya positif, karena kita sekeluarga jadi lebih bounding, apalagi saya yang senin sampai jumat, pagi ke malem menghabiskan waktu di kantor dan di jalan. Jadi kesempatan pas tiba akhir pekan menghabiskan waktu bareng keluarga.

Rabu, 01 Januari 2025

2024 NGAPAIN AJA?

Setiap tahunnya waktu bergerak terasa semakin cepat, sampai kadang kita sering tidak siap menghadapinya. Tahu tahu waktu berganti, target berganti, dan setumpuk harapan masih diletakan sejengkal di depan mata. Kesampaian atau tidak rasanya semua perlu disyukuri, karena inti dari hidup di dunia rasanya memang bukan untuk mengejar bahagia, tapi melatih syukur dan merasa cukup. Karena dunia ini fana, dan sesuatu yang nyata adalah kematian, lalu kehidupan setelahnya. Ini semakin terasa nyata ketika satu persatu orang terdekat kita berpulang. Tahun lalu, dua tahun lalu, atau mungkin sepuluh tahun lalu mereka yang terkasih berpulang. Tahun ini, mungkin kita dapat giliran. Tidak ada yang tahu pasti, tapi hal itu pasti terjadi. Suatu saat nanti kita akan ada dalam perjalanan bertemu tuhan yang kita rindukan.

Sebelum akhirnya kematian itu datang, tentunya setiap harinya tidak bisa kita lewati dengan berpangku tangan begitu saja, karena kita perlu mengisinya dengan apa yang kita yakini baik, dari mulai bekerja sampai menyenangkan keluarga. Seperti tahun 2024 lalu, hari hari saya diisi dengan kembali bekerja kantoran, bergelut dengan lalu lalang kendaraan, sampai terus mengasah kemampuan untuk bertahan. Seni dalam hidup rasanya memang tentang seberapa piawai kita bisa bertahan.

Hari hari terakhir 2024, satu persatu keluarga tumbang karena sakit, dari mulai saya sampai anak tertua saya, Ammar. Tapi kemudian yang kita lakukan adalah bertahan dan berikhtiar agar sembuh. Rasanya memang perlu cukup keras kepala untuk terus ingin hidup, sebelum waktunya benar benar datang. Ada setumpuk pekerjaan di depan mata yang harus diselesaikan, ada keluarga yang harus saya genggam erat agar terus berjalan beriringan.

Minggu, 01 Desember 2024

HIGHLIGHT BULAN NOVEMBER 2024

Sudah masuk Desember lagi. Itu artinya, tahun 2024 sudah mau berakhir, dan bulan depan masuk bulan Januari. Bicara soal Januari berarti bicara soal refleksi, karena setiap bulan tersebut umur bertambah (sekaligus jatah hidup yang terus berkurang). Tahun depan udah umur 37 tahun, 3 tahun menuju kepala empat. Menyeramkan, hahaha.

Tapi sebelum beranjak pada kebimbangan menghadapi usia kepala empat, menuliskan kegiatan selama sebulan ke belakang bisa jadi hiburan tersendiri buat saya, karena disana saya bisa melihat sudah sejauh mana saya berjalan. Tentu setelah berkeluarga, saya tidak pernah lagi berjalan sendirian. Ada istri dan anak-anak di setiap derap langkah yang saya pijakan, sebagai pengingat, kalau saya tidak boleh berjalan sembarangan ke arah yang berlawanan dengan yang disepakati keluarga, serta tidak boleh oleng berjalan dengan keputusan-keputusan yang salah.

Kamis, 24 Oktober 2024

HIGHLIGHT BULAN OKTOBER 2024

Awal Oktober, tepatnya tanggal 5 Oktober 2024, Ammar, anak pertama saya mengikuti latihan manasik haji di Lanud Sulaiman, Kab. Bandung. Ramai dan menyenangkan karena acara ini melibatkan sejumlah RA (setara taman kanak-kanak) se-kabupaten Bandung. Ditambah hal ini jadi insight yang bagus juga buat Ammar mengenal lebih jauh tentang agamanya. Adiknya, Nadja, tidak kalah bersemangat dari kakaknya. Ya gimana gak semangat, orang pas acara banyak yang menjajakan mainan. Alhasil, adiknya ini lebih banyak jajan sepanjang acara berlangsung, dari mulai beli makanan sampai beli boneka unta berwarna pink. Papa dan mamanya gak berhenti ketawa lihat boneka unta berwarna pink. Membayangkan di padang pasir yang gersang ada unta berwarna pink, tentu itu akan menjadi pemandangan yang menggelitik hahaha.

Senin, 30 September 2024

HIGHLIGHT BULAN SEPTEMBER 2024

Mengawali bulan September, sebenarnya tidak ada sesuatu yang terlalu istimewa, hanya saja momen kumpul sama keluarga tentunya tidak pernah biasa saja. Mengajak anak-anak main di playground mungkin jadi menu wajib setiap bulannya (atau mungkin setiap minggu), karena nyatanya anak-anak selalu semangat setiap kali diajak ke tempat semacam itu. Mau yang murah atau yang 'mahal' rasanya di pikiran mereka semuanya sama saja. Malah justru orang tuanya yang overthinking apakah playground A atau playground B, C, dan seterusnya bisa bikin anak-anak happy atau nggak? padahal anaknya mah gak pernah memusingkan playground mana yang bisa bikin mereka happy atau nggak, apakah playground A, B, atau C. Bahkan kalau pun di rumah saja membuat arena bermain dari bantal dan guling misalnya, mereka happy-happy saja, karena sebenarnya yang terpenting itu waktu bermain sama orang tuanya. Nah tapi itu sih yang susah. Waktu. Karena itu lah momen keluar rumah itu jadi penting dan selalu berkesan. 


Sabtu, 31 Agustus 2024

HIGHLIGHT BULAN AGUSTUS 2024

Mengawali bulan Agustus, tepatnya pada hari Jumat, 2 Agustus 2024, bertempat di Dreams Social Life, Bandung, Noin Bullet mengadakan rilis party single “Kegilaan Ini”. Perilisan ini terasa spesial karena melibatkan nama Bagus ‘NTRL’ (dikenal juga dengan nama OmBags-red) sebagai musisi tamu/kolaborator di lagu ini. Menurut gitaris Noin Bullet, Chaerul acara ini digelar sebagai bentuk hajatan bersuka cita bersama, di mana hal ini berbarengan pula dengan momentum ditutupnya perjalanan tour ‘Tak Terkalahkan’ yang dimulai dari Mei 2024 – Juli 2024.

Makin bertambah menarik, karena selain menggelar jumpa pers dengan media, gelaran ini pun menampilkan beberapa musisi lainnya untuk memeriahkan acara. Ada Aska Rockers (Rocket Rockers), Dawn Pubrocker (Jun Fan Gang Foo), Penikmat Soto, Orind, Purpose Tiger Clan, SKRNG!, serta tentunya OmBags sendiri yang digandeng untuk menyanyikan single “Kegilaan Ini”.

Sabtu, 20 Juli 2024

HIGHLIGHT KEGIATAN BULAN JULI 2024

Mengawali bulan Juli 2024, kabar gembira datang untuk anak pertama saya, Ammar. Karena sudah berhasil lulus TK dengan hasil cukup baik (terpilih sebagai siswa paling kreatif), dan berhasil menaklukan panggung dengan pentas tari yang dia hafal sebulan sebelumnya, Enin-nya menghadiahi Ammar sepeda. Tentu hal ini jadi sesuatu yang menyenangkan untuk Ammar, bahkan saking senangnya Ammar dengan hadiah sepeda baru ini, dia bawa sendiri sepedanya dari toko sampe rumah. Untungnya toko sepedanya terletak di seberang komplek, jadi dia gak terlalu capek gowes dari toko ke rumah.

Masih pada hari yang sama (Jumat, 5 Juli 2024), kita sekeluarga (termasuk ibu dan adik saya, Egi) menyempatkan makan siang di luar dalam rangka ulang tahun Egi. Menyenangkan, karena momen makan di luar ini selalu jadi yang ditunggu-tunggu setiap salah satu anggota keluarga berulang tahun.

Selasa, 25 Juni 2024

HIGHLIGHT KEGIATAN BULAN JUNI 2024

Mengawali bulan Juni tepatnya tanggal 9 Juni 2024, kantor menugaskan saya untuk liputan acara Festival Dilan Wo Ai Ni. Menyenangkan ketika saya ditugasi untuk liputan. Ternyata musik dan jurnalistik masih jadi dunia yang terus memanggil seberapa pun jauhnya saya berjalan hahaha.

Jika biasanya saya hanya ditugasi untuk menulis dan memotret, kali ini sedikit berbeda karena saya juga ditugasi membuat konten video untuk reels instagram & tik tok. Pola liputan ‘hari ini’ nampaknya memang cukup berbeda, karena alih-alih orang tertarik membaca tulisan/artikel liputan, sepertinya hari ini lebih banyak orang yang lebih tertarik menyaksikan konten liputan dalam bentuk reels. Hal tersebut tentu tidak akan bisa se-detail artikel liputan dalam bentuk tulisan, tapi ya tidak bisa dipungkiri lagi, ‘generasi hari ini’ memang lebih ‘dekat’ dengan sajian konten berupa video reels.

 

Meski begitu, menulis liputan tetap menjadi satu kesenangan tersendiri buat saya. Memulainya pada tahun 2012 lalu hingga hari ini, tidak terasa 12 tahun saya menjalani ini dan masih merasakan perasaan yang sama. Menulis liputan selalu menarik untuk saya, mau itu acara kecil atau besar dengan skala festival, semuanya sama-sama menawarkan pengalaman yang seru untuk saya tulis. Simak artikel liputannya disini